SEMANGATNEWS.COM, PADANG – Tampil dengan tiga lukisan karya perupa muda Hidayat Di Kincie (33 th) mampu memukau dan menghipnotis mata pengunjung di ruang pameran Taman Budaya, Sumbar, Jalan Diponegoro 31 Padang sejak 22 sd 28 Februari 2023 bersama sejumlah karya seniman lain yang berpameran.
Ada hal menarik dapat disimak dari ketiga karya dalam format yang berbeda ditampilkan, Hidayat Di Kincie yang terlihat mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional ekspresif yang selama ini juga bisa ditemukan selain lukisan, juga dalam dunia sastra, musik, film bahkan arsitektur.

Menyimak ketiga karya dalam pameran yang diikuti sejumlah seniman Sumatera Barat ini seperti berjudul Dilema 1,akrilik, 230x 130 cm, 2022 dan Dilema 2, akrilik 100x 140cm, 2022 serta, Dilema 3, akrilik, 135X95 cm, 2022 setidaknya dapat disimak menjadi gambaran bagaimana dayat demikian panggilan akrabnya mengungkapkan kesadaran akan hal jiwa dan perasaan senimannya yang tidak bisa dilihat peformance luar karya yang tampak, tetapi juga dari konsep dan pikiran yang lahir kepermukaan.

Dayat meski dalam usia yang relatif muda, tetapi ia bukan lagi sosok asing bagi kalangan perupa di daerah ini. Karya-karyanya seperti sering kita amati dalam sejumlah pameran penting di sejumlah tempat dan lokasi merupakan wujud penjelmaan perasaan dan pikiran,
Hal yang terpenting lagi meski ketiga karya dibuatdalam waktu berbeda berbeda masih terlihat kecendrungan mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional sebagai wujud refresentasi kehidupan sosial di tengah-tengah masyarakat yang menjadi muatan karya-karyanya. Lihat garis dan warna yang diwujudkan secara ekspresif simbolik dari rangkaian obyek demi obyek cukup menarik untuk ditelusuri lebih jauh dan lebih dalam sebagaimana dapat ditelusuri pada ketiga karya

Ketiganya ada upaya mendistorsi kenyataan melalui efek-efek emosional pada obyek-obyek yang tampil dan lebih menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa tanpa menghiraukan berbagai teknik penciptaan formal untuk mendapatkan ekspresi yang lebih murni dan tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik Seni. Beragam wajah-wajah yang dibuat ekpresif merupakan sensitibilitas dayat terhadap isu-isu kekinian yang direfresentasikan kepermukaaan.
Menurut dayat. seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam semata. Seniman memiliki ingatan dan
cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihat di alam, lalu diekspresikan pada karya dengan ekspresi yang lebih murni tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik seni yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa melalui simbolisme obyek, ujar pelukis yang telah puluhan berpameran di Sumatera Barat maupun di luar daerah, ujar dayat memberi ilustrasi ringan pada karya-karyanya.
Ikut serta dalam pameran tersebut : Angga Elpatsa, Armen Nazarudin, Budi Irwandi, Ferdian Ondira Asa, Firman Ismail, Miswar, Mindasari, Yazid dan Zumanik. (Muharyadi)
