Malam Pertama Ragunan: Zoo Jakarta ‘Hidup’ Lagi di Bawah Langit Gelap

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Malam ini, kebun binatang Ragunan di Jakarta membuka pintunya untuk pertama kalinya di malam hari dengan suasana yang berbeda dari siang hari. Program wisata malam ini digelar setiap Sabtu, memulai operasional perdana mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, dengan loket tiket ditutup lebih awal pada pukul 21.00. Para pengunjung akhirnya bisa merasakan sensasi baru menjelajah kawasan satwa ketika lampu mulai menyala dan kesejukan malam melingkupi.

Dari pintu utara Ragunan-lah para pengunjung akan memasuki area wisata malam; pintu barat direncanakan tidak dibuka selama kunjungan malam berlangsung, sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas dan keamanan. Semua kendaraan pengunjung diarahkan untuk parkir di luar area utama, kemudian pengunjung dapat berjalan kaki atau memanfaatkan kendaraan internal yang disediakan pengelola agar bisa memasuki lokasi satwa.

Harga tiketnya tetap menggunakan tarif normal Ragunan, yakni Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak. Pengunjung juga harus membawa dan menggunakan JakCard sebagai sarana akses masuk — pengelola menyediakan layanan pembelian dan pengisian saldo kartu ini di loket. Semua prosedur ini diatur agar tidak mengganggu kenyamanan satwa dan kealamian suasana malam.

Salah satu program unggulan wisata malam adalah kegiatan “Night Workout at Ragunanzoo”, di mana pengunjung diajak melakukan jalan santai atau olahraga ringan di jalur sejauh 1,8 km. Di tengah ketenangan malam, suara serangga, desir angin, dan sesekali suara binatang nokturnal menjadi latar yang kontras dengan hiruk-pikuk siang hari.

Bagi yang ingin lebih dekat dengan suasana malam satwa, disediakan layanan buggy car sewaan dengan tarif sekitar Rp 250 ribu per jam (maksimal 5 orang). Rute ini dirancang untuk melewati titik-titik spesifik di mana binatang nokturnal aktif, serta area feeding time di mana hewan-hewan makan di malam hari, seperti mamalia kecil, reptil, dan kuda nil.

Pengelola Ragunan menegaskan bahwa program wisata malam tetap memperhatikan kesejahteraan hewan: hanya satwa yang sudah diseleksi yang ditampilkan, dan pencahayaan serta suara diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu ritme alami hewan yang ada. Atraksi pemberian makan akan dilaksanakan bergantian agar tidak semua satwa diekspos dalam satu waktu.

Untuk mendukung aspek keamanan dan pengawasan, sistem penerangan jalan, lampu cukup di area kandang, serta tambahan kamera pengawas (CCTV) akan dipasang. Petugas keamanan serta pemandu lapangan akan bersiaga sepanjang jam operasional. Pengelola juga menyebut bahwa moda kendaraan pribadi tidak diizinkan masuk ke area inti demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung serta satwa.

Pembangunan dan uji coba wisata malam ini merupakan bagian dari upaya DKI Jakarta untuk memberikan alternatif aktivitas malam bagi warga, terutama di kota besar yang minim ruang terbuka malam. Gubernur DKI menyebut Ragunan malam bisa menjadi ruang publik yang positif untuk rekreasi dan olahraga warga di luar jam kantor.

Kendati demikian, uji coba ini belum mempertimbangkan pembukaan tiap malam — untuk saat ini hanya berlaku setiap malam Sabtu, dan dievaluasi berkala. Jika respons positif datang dari pengunjung dan tidak ada kendala signifikan, pengelola mempertimbangkan untuk memperluas jadwal atau program tambahan.

Malam pertama Ragunan pun diprediksi ramai didatangi keluarga dan komunitas. Sensasi berbeda antara siang dan malam akan menjadi daya tarik tersendiri, dan pengelola berharap bahwa dengan protokol yang matang, wisata malam ini bisa menjadi ikon baru di Jakarta.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.