Mengenang Gempa 30 September 2009, Wako Padang Ucap Luka Meraka Luka Kita Juga

by -
Mengenang Gempa 30 September 2009

SEMANGATNEWS.COM, PADANG – Pemerintah Kota Padang mengenang peristiwa bencana gempa di Kota Padang yang sudah 13 tahun berlalu, Jum’at (30/9) di Monumen Tugu Gempa.

Wako Padang Hendri Septa mengatakan Gempa 30 September 2009 yang terjadi memberikan bekas luka kepada kita semua. Banyak Korban jiwa dan kerusakan bangunan.

“Hari ini kita kembali memperligatkan rasa kemanusiaan dan kesatuan dengan mengenang kejadian yang terjadi 13 tahun yang lalu gempa 30 September 2009 7,6 Mg,” Tuturnya.

Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana dan Tsunami. Wako Hendri Septa Siapkan Program Tangguh Berbasis Keluarga

Wako Padang juga mengatakan kegiatan ini bertujuan dalam upaya mengenang musibah Gempa 30 September 2009 yang memberikan bekas luka yang sangat mendalam terhadap saudara kita yang terkena musibah di waktu itu.

“Kegiatan yang terus dilakukan dari tahun ketahun bukan bermaksud apa – apa, ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian kita bahwa luka saudara kita itu luka kita juga,” Tuturnya.

Ia mengaharapkan kedepannya tidak terjadi bencana lagi yang melanda Kota Padang.

“Mari kita selalu Berdoa Kepada Allah SWT agar kita di jauhi dari bencana serta bahaya yang datang. Aamiin.. Ya Rabb,” Tuturnya lagi.

Kepedulian terhadap bencana yang melanda Kota Padang memberikan dampak untuk melakukan program – program pendidikan serta pelatihan dalam menghadapi bencana mendatang.

“Pemko Padang melakukan program pendidikan serta pelatihan bukan berarti melawan kepada yang kuasa. Kita mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana tersebut agar tidak terjadi korban lagi,” Tuturnya sekali lagi.

Disisi lain Kepala BPBD Kota Padang Endrizal juga mengatakan masyarakat Kota Padang harus tangguh dan tanggap dalam menghadapi bencana yang akan datang.

“Mari kita bersama harus tanggap serta cerdas dalam menghadapi bencana yang akan terjadi,” Pungkasnya

Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar menyampaikan dengan hujan derasnya pada saat ini sama persis dengan banyaknya jatuh air mata yang menimpa Kota Padang. Yaitu kejadian gempa bumi yang melanda pada 30 september 2009 yang lalu.

“Kegiatan ini memberikan arti atas kepedulian kita terhadap kerabat yang terkena musibah,” Ucapnya.

Ditambahkannya provinsi Sumatera ini sangat rentan dengan adanya bencana alam. Pemerintahan perlu melakukan tindakan dalam menangani permasalahan tersebut.

“Kita harus mampu menghadapi bencana serta musibah yang rentan terjadi di wilayah kita ini. Yaitu mempersiapkan diri untuk menghadapi musibah,” Ucapnya. (Hsz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.