Mengunjungi Seniman Seni Rupa “Urang Awak” di Yogyakarta dan Bandung Rudi Mantofani ; Kenikmatan Seni Bukanlah Kenikmatan Fisik Lahiriah, Tetapi Juga Bathiniah

oleh -
Seniman Rudi matovani

Catatan :  Muharyadi (Laporan Kesepuluh)

Mengunjungi perupa “urang awak” satu persatu di Yogyakarta dan sekitarnya yang jumlahnya ratusan, tak cukup waktu untuk berlama-lama, terlebih jika mengamati karya demi karya yang dihasilkan dalam ranah kreativitas perjalanan perupa dimaksud. Di Jogjakarta terdapat besar urang awak seperti Sakato Art Community dengan jumlah anggota mencapai ratusan perupa, kelompok Jendela berangggotakan Handiwirman, Yunizar, Jumaldi Alfi, Yusra Martunus dan M. Irfan dan Rudi Mantofani.

Baca Juga:  Dua Aplikasi Penghasil Saldo Dana Terviral Bulan Oktober 2021, Cara Cepat Menghasilkan Uang 250 Ribu Tiap Hari

Tanpa mengecilkan arti sejumlah nama dan teman-teman yang tak dapat dikunjungi, kecuali sejumlah perupa urang awak yang kami nilai komunikatif baik dari Sakato Art Community dan Jendela dua organisasi yang terus bergiat di ranah cipta karya seni rupa guna meneruskan informasi dari kampung halaman Sumatera Barat kepada teman-teman perupa urang awak.

Satu diantara perupa urang awak itu adalah Rudi Mantofani, sebelumnya saya bertemu sejumlah treman-teman perupa urang awak guna berdiskusi membicarakan persoalan kekinian perihal seni rupa di tanah air terutama yang karya-karyanya di hasilkan perupa urang awak di luar Sumatera Barat.

Baca Juga:  [Sejarah] Lagu 'Genjer Genjer' Dilarang, Apa Sebenarnya Lirik dan Maknanya dalam Bahasa Indonesia

Karena itu, anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa seni rupa sebagai bagian dari kebudayaan selama ini ikut termajinalkan dibanding seni musik, tari, film, teater, bahkan sastra, ternyata tidak selamanya benar. Buktinya hingga kini banyak seniman seni rupa tetap eksis berkarya dan bertahan hidup dalam derasnya arus perubahan zaman yang kian mengglobal.

No More Posts Available.

No more pages to load.