SAWAHLUNO, SEMANGATNEWS.COM – Suasana Balairung Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto, Jumat (20/2/2026), terasa khidmat sekaligus penuh semangat. Pelepasan Tim Safari Ramadhan 1447 H menjadi momentum penting yang tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi satu tahun pengabdian kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto.
Ketua LKAAM Kota Sawahlunto, H. Dahler Dt. Panggulu Sati, menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah di tengah kondisi fiskal yang tidak mudah. Menurutnya, kepemimpinan saat ini telah berbuat maksimal untuk kemajuan kota, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Kami sangat berterima kasih. Namun kami tetap mengharapkan keseriusan seluruh perangkat daerah dalam melayani masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, budaya, maupun hukum. Mari kita dukung program pemerintahan era baru, Sawahlunto maju,” ujarnya.
Wali Kota Sawahlunto, Riyandra Putra, mengakui bahwa ia dan wakilnya dilantik dalam kondisi efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat. Namun keterbatasan itu tidak menjadi alasan untuk berhenti bergerak.
“Kami tetap berusaha melakukan terobosan demi berjalannya pembangunan di Kota Sawahlunto,” tegasnya.
Walikota Riyandra Putra menerangkan, Data Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Sawahlunto pada November 2025 turun menjadi 4,74 persen dari 4,91 persen pada Agustus 2024. Jumlah pengangguran berkurang sekitar 109 ribu orang menjadi 7,35 juta jiwa. Di tingkat daerah, penurunan pengangguran juga menjadi salah satu fokus kerja pemerintah kota melalui penguatan ekonomi kreatif dan sektor riil.
“Sawahlunto Kota Iven menjadi salah satu andalan. Berbagai agenda event mendorong perputaran ekonomi, membuka ruang bagi UMKM, sekaligus memberi panggung bagi konten kreator lokal. Di tengah keterbatasan, kreativitas justru menjadi energi baru,” tutur Riyandra.
Pembangunan fisik terus berjalan. Enam BTS telah beroperasi, secara signifikan mengurangi wilayah blank spot. Harapannya, tidak ada lagi daerah yang terputus dari akses komunikasi.
Perbaikan jalan provinsi yang melintasi Sawahlunto juga terus dilakukan. Targetnya, pada 2027 seluruh ruas jalan provinsi di wilayah kota tidak lagi menyisakan kerusakan. Lampu jalan pun banyak yang telah diperbaiki, meski program “Sawahlunto Terang” masih membutuhkan dukungan anggaran agar seluruh titik bisa tersentuh.
Revitalisasi GPK resmi dimulai dengan masa pengerjaan 180 hari kalender. Proyek ini menjadi salah satu janji kampanye yang kini memasuki tahap realisasi. Sementara itu, revitalisasi kawasan silo masih menunggu izin pihak terkait. Ke depan, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat kuliner sekaligus lokasi event kota yang representatif.
Inovasi pelayanan juga terus dikembangkan. Peluncuran “Halo Sawahlunto” menjadi saluran pengaduan langsung masyarakat kepada pemerintah kota. Wali kota dan wakil wali kota bahkan mengakses langsung laporan yang masuk.
Di bidang kesehatan, program “Sawahlunto Sehat” menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa kepastian layanan kesehatan adalah tugas utama yang tidak boleh diabaikan.
Sementara di sektor pendidikan, anggaran beasiswa tetap disediakan. Siswa dan mahasiswa berprestasi dapat mengakses bantuan sesuai ketentuan yang berlaku. Di tengah efisiensi, investasi pada sumber daya manusia tetap menjadi prioritas.
Pelepasan Tim Safari Ramadhan 1447 H bukan sekadar pembuka rangkaian ibadah. Ia menjadi pengingat bahwa satu tahun pengabdian adalah pijakan untuk melangkah lebih jauh. Di tengah tantangan fiskal, Kota Sawahlunto memilih untuk tidak berhenti, melainkan berbenah, berinovasi, dan menguatkan komitmen menuju “Sawahlunto Maju.” (Nova)
