SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Balaikota Sawahlunto, Jumat (27/2/2026), saat Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, menerima kunjungan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar.
Pertemuan dua pemimpin muda dari kota berbeda provinsi ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi lintas daerah.
Di tengah dinamika pembangunan daerah yang semakin kompleks, sinergi antarkota menjadi kebutuhan. Dalam pertemuan tersebut, kedua wakil wali kota tampak berbincang santai namun substansial, membahas tantangan birokrasi pemerintahan yang dihadapi saat ini. Mereka saling berbagi pengalaman dalam mengelola administrasi, mempercepat pelayanan publik, hingga menyusun strategi kebijakan yang adaptif terhadap perubahan regulasi pusat.
Salah satu topik penting yang dibahas adalah strategi implementasi program prioritas nasional, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas desa serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat.
Bagi kedua daerah, implementasi KDMP dan MBG bukan hanya soal menjalankan instruksi pusat, tetapi bagaimana menerjemahkannya sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Diskusi itu mengerucut pada pentingnya penyesuaian kebijakan agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Jeffry Hibatullah menegaskan bahwa Sawahlunto dan Pekanbaru memiliki potensi besar untuk membangun kerja sama berkelanjutan. Sawahlunto, yang dikenal sebagai kota tambang warisan dunia UNESCO, terus melakukan revitalisasi situs-situs bersejarah dengan melibatkan berbagai komunitas sejarah dan pelaku ekonomi kreatif.
“Kota Sawahlunto dan Kota Pekanbaru dapat melakukan pertukaran komunitas. Tentunya akan melibatkan banyak orang sehingga berefek pada peningkatan ekonomi kedua daerah apabila dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Jeffry.
Pertukaran komunitas yang dimaksud tidak hanya terbatas pada sektor pemerintahan, tetapi juga komunitas sejarah, pelaku UMKM, hingga generasi muda. Dengan keterlibatan lintas sektor, kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, kerja sama lintas provinsi seperti ini dinilai menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan di luar Pulau Jawa. Kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan strategi bersama untuk memperkuat daya saing daerah.
Di akhir pertemuan, kedua wakil wali kota sepakat bahwa hasil diskusi akan ditindaklanjuti melalui penyesuaian program di tahun berjalan. Sebagai bentuk keseriusan, Wakil Wali Kota Sawahlunto bersama Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Pekanbaru dalam waktu dekat, dengan jadwal yang akan disesuaikan.
Pertemuan ini menjadi penanda bahwa pembangunan daerah hari ini tidak bisa berjalan sendiri. Dari Sawahlunto dan Pekanbaru, semangat kolaborasi itu kembali ditegaskan: bahwa kemajuan akan lebih cepat dicapai ketika daerah saling belajar, berbagi, dan melangkah bersama. (Nova)
