Miss Universe Batasi Keterlibatan Nawat Itsaragrisil Usai Hina Finalis

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Organisasi Miss Universe mengumumkan bahwa pihaknya telah membatasi keterlibatan Nawat Itsaragrisil dalam rangkaian kegiatan kompetisi ke‑74 yang digelar di Thailand setelah insiden penghinaan terhadap salah satu kontestan.

Presiden Miss Universe, Raúl Rocha, dalam pernyataannya menegaskan bahwa nilai penghormatan terhadap perempuan dan martabat peserta tidak dapat ditawar, sehingga tindakan Nawat dinilai melanggar standar organisasi.

Insiden tersebut bermula saat acara “sashing ceremony” yang diadakan untuk perkenalan para delegasi. Nawat, yang juga menjabat sebagai nasional direktur Miss Universe Thailand, menegur keras delegasi Meksiko, Fátima Bosch, karena dianggap tidak memenuhi kewajiban promosi. Ia bahkan menyebut delegasi tersebut “bodoh” jika mengikuti instruksi yang diberikan oleh direktur nasionalnya.

Komentar tersebut memancing protes dari sejumlah kontestan yang kemudian memilih keluar dari acara secara bersama‑sama sebagai bentuk penolakan terhadap perlakuan yang dianggap menghina. Perlakuan itu kemudian menjadi viral dan menimbulkan sorotan terhadap reputasi kompetisi.

Dalam pernyataan resmi, organisasi menyampaikan bahwa selain pembatasan partisipasi Nawat, sulitnya ia menunjukkan sikap profesional dan berempati kepada 122 delegasi telah menjadi pertimbangan utama. Ia dilarang hadir atau diberi peran penting dalam acara yang bersifat inti bagi kompetisi tahun ini.

Langkah ini dianggap sebagai upaya menjaga integritas dan citra Miss Universe agar tidak tercoreng oleh insiden yang memunculkan kesan pelecehan verbal terhadap peserta. Organisasi menegaskan bahwa platform ini harus tetap menjadi tempat pemberdayaan perempuan.

Meski begitu, pembatasan tidak serta‑merta berarti pemecatan. Organisasi menyatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi lebih lanjut apabila terjadi pelanggaran berikutnya, sembari memonitor bagaimana Nawat akan berperilaku dalam kegiatan selanjutnya.

Reaksi dari publik dan pengamat pageant positif terhadap keputusan ini karena dianggap sebagai sinyal bahwa penyelenggara acara kecantikan global mulai menegakkan kode etik lebih ketat, terutama dalam hal perlindungan peserta.

Sejumlah pihak dalam industri kecantikan menilai bahwa insiden ini bisa menjadi titik balik bagi kompetisi untuk memperkuat standar etika, komunikasi, dan tata kelola event besar yang melibatkan perempuan dari berbagai negara.

Sebagai penutup, keputusan Miss Universe membatasi keterlibatan Nawat Itsaragrisil menunjukkan bahwa organisasi tidak menutup mata terhadap isu penghormatan dan kesetaraan. Seluruh mata kini tertuju bagaimana pelaksanaan sisa kompetisi ke‑74 akan berjalan dan apakah langkah ini akan mampu memulihkan kepercayaan para peserta serta publik.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.