Mobil SPPG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, Program MBG Kembali Disorot

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Suasana pagi di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara berubah mencekam ketika sebuah mobil milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membawa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba kehilangan kendali dan menabrak kerumunan siswa serta seorang guru.

Insiden terjadi sekitar pukul 06.38 WIB saat ratusan siswa tengah menjalani kegiatan literasi pagi di lapangan sekolah. Kendaraan tersebut mendadak menerobos gerbang yang tertutup dan masuk ke area siswa berkumpul, sehingga menyebabkan banyak anak terlempar akibat benturan keras.

Sebanyak 20 siswa dan satu guru mengalami luka-luka dalam peristiwa ini. Para korban langsung dilarikan ke RSUD Cilincing dan RS Koja untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya.

Video yang beredar menunjukkan detik-detik saat mobil melaju masuk ke area sekolah, membuat siswa panik dan berlarian. Guru dan staf sekolah terlihat berusaha mengevakuasi korban dari sekitar kendaraan yang berhenti setelah menabrak pagar bagian dalam.

Polisi telah mengamankan sopir SPPG untuk pemeriksaan intensif. Kernet yang berada di dalam kendaraan juga dimintai keterangan untuk mengetahui secara jelas kronologi dan penyebab kecelakaan.

Kepala SPPG Jakarta Utara menjelaskan bahwa sopir yang mengendarai mobil tersebut bukan sopir tetap, melainkan sopir pengganti. Hal itu kini menjadi sorotan karena berkaitan dengan kompetensi dan kesiapan pengemudi yang membawa kendaraan operasional program pemerintah.

Saksi di lokasi menyebut bahwa mobil sempat kesulitan menanjak saat memasuki area sekolah. Sang sopir diduga salah menginjak pedal, sehingga mobil bukannya berhenti melainkan melaju cepat ke arah kerumunan siswa dan menabrak pagar besi.

Sejumlah anggota legislatif menyoroti kejadian ini dan menilai SPPG harus bertanggung jawab penuh. Mereka mendesak kepolisian mengusut tuntas penyebab kecelakaan agar kejadian serupa tidak terulang serta memastikan keamanan kendaraan distribusi MBG.

Pihak sekolah menghentikan seluruh kegiatan belajar setelah peristiwa tersebut. Orang tua diminta segera menjemput anak masing-masing, sementara guru membantu menenangkan siswa yang masih trauma dengan kejadian tiba-tiba itu.

Polisi menyatakan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sopir, termasuk memeriksa kondisi kesehatan dan kemungkinan faktor kelalaian lainnya. Tes urine akan dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur lain yang mempengaruhi kemampuan mengemudi.

Badan Gizi Nasional menyampaikan duka mendalam dan akan mendukung penuh proses penyelidikan. Selain itu, lembaga tersebut menegaskan komitmennya menanggung seluruh biaya perawatan korban hingga pulih.

Warga dan orang tua siswa berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur kendaraan program MBG. Mereka meminta peningkatan standar keselamatan agar lingkungan sekolah tidak lagi menjadi lokasi insiden berbahaya seperti ini.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.