Mojtaba Khamenei Dikabarkan Selamat dari Dua Serangan AS-Israel, Dunia Soroti Ketegangan Baru

by -

Jakarta, Semangatnews.com -Situasi geopolitik Timur Tengah kembali memanas setelah laporan menyebut pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, berhasil lolos dari dua serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Insiden tersebut memicu spekulasi luas mengenai kondisi keamanan pemimpin baru Iran di tengah konflik yang terus meningkat.

Menurut laporan dari sejumlah sumber Iran, serangan pertama terjadi saat kediaman resmi pemimpin tertinggi Iran di Teheran menjadi target serangan udara. Saat itu Mojtaba disebut berada di lokasi bersama ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian eskalasi konflik yang dimulai sejak akhir Februari 2026 ketika militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap sejumlah target strategis di Iran.

Dalam insiden tersebut, sejumlah tokoh penting Iran dilaporkan menjadi korban. Namun Mojtaba Khamenei disebut berhasil selamat meskipun sempat mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.

Tak lama setelah kejadian di kediaman pemimpin Iran, laporan lain menyebut serangan kedua terjadi di sebuah rumah sakit tempat Mojtaba menjalani perawatan. Serangan itu kembali gagal mencapai target.

Seorang anggota parlemen Iran menyatakan bahwa upaya pembunuhan terhadap Mojtaba tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa kedua serangan itu tidak berhasil menewaskan pemimpin Iran tersebut.

Meski demikian, informasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba masih simpang siur. Beberapa laporan menyebut ia mengalami cedera pada bagian wajah dan kaki akibat serangan udara.

Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan bahwa Mojtaba berada dalam kondisi aman dan tetap memimpin negara. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat internasional.

Mojtaba Khamenei sendiri baru saja ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret 2026 menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat dalam konflik yang sedang berlangsung.

Penunjukan tersebut membuat Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979. Ia sebelumnya dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkaran kekuasaan Iran dan memiliki hubungan kuat dengan militer serta aparat keamanan negara.

Serangkaian serangan yang menargetkan Mojtaba kini semakin memperuncing ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dunia internasional pun terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi memperluas krisis di kawasan Timur Tengah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.