Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel. Serangan tersebut memicu sirene peringatan di berbagai kota sehingga warga berlarian menuju tempat perlindungan.
Militer Israel melaporkan bahwa peluncuran rudal terdeteksi dari wilayah Iran dan menuju beberapa wilayah di Israel, termasuk area tengah negara itu. Sistem peringatan dini langsung diaktifkan untuk memberi waktu bagi warga mencari perlindungan.
Sirene peringatan terdengar di sejumlah kota besar, termasuk Tel Aviv dan wilayah sekitar Yerusalem. Suara sirene tersebut menandakan ancaman serangan udara sehingga warga diminta segera masuk ke bunker atau ruang perlindungan.
Sistem pertahanan udara Israel kemudian dikerahkan untuk mencegat rudal yang masuk. Beberapa proyektil berhasil dihancurkan di udara oleh sistem pertahanan berlapis milik Israel.
Meski begitu, laporan dari lapangan menyebut tidak semua rudal dapat dicegat. Sebagian proyektil dilaporkan jatuh di wilayah terbuka dan beberapa menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Serangan rudal tersebut disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara terhadap fasilitas militer dan infrastruktur strategis di Iran. Operasi militer itu disebut bertujuan melemahkan kemampuan militer dan program nuklir Iran.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan sejumlah serangan balasan, termasuk rudal balistik yang menargetkan wilayah Israel. Serangan tersebut menjadi salah satu respons langsung terhadap operasi militer yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.
Akibat situasi keamanan yang memburuk, jutaan warga Israel dilaporkan harus bersembunyi di bunker selama beberapa jam hingga ancaman dinyatakan mereda.
Sejumlah tim darurat juga dikerahkan untuk memeriksa lokasi jatuhnya proyektil serta memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan terbaru tersebut.
Perkembangan konflik ini terus menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memperluas perang di kawasan Timur Tengah dan memicu dampak global yang lebih besar.(*)

