Jakarta, Semangatnews.com – Jakarta tersibak pagi hari dengan kemeriahan, menyambut puncak perayaan HUT TNI ke-80 yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas). Sejumlah atraksi militer, parade alutsista, dan rangkaian hiburan rakyat disiapkan untuk menyemarakkan momen bersejarah ini.
Presiden Prabowo Subianto ditetapkan sebagai inspektur upacara dan akan memimpin gelaran militer itu bersama Panglima TNI, menteri, pejabat tinggi militer, serta Kepala Staf Angkatan. Upacara utama dijadwalkan dilangsungkan pada 5 Oktober 2025 di lapangan Silang Monas.
Untuk mendukung kelancaran acara, Pemprov DKI Jakarta dan TNI bersama-sama menerapkan rekayasa lalu lintas situasional di sekitar Monas dan ruas-ruas jalan yang bersinggungan. Beberapa jalan akan dialihkan agar lalu lintas dan parade militer dapat berjalan selaras.
Rute pengalihan lalu lintas di antaranya Jalan Medan Merdeka Utara ke Timur, Jalan Juanda, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Pos, serta ruas-ruas seputar Gedung Kesenian dan Pejambon. Masyarakat diminta menghindari beberapa ruas jalan tersebut dan patuhi petunjuk petugas di lapangan.
Tak hanya itu, tarif transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, hingga LRT akan digratiskan menjadi Rp 80 pada hari puncak perayaan. Tarif spesial ini berlaku sepanjang hari (00.00 hingga 23.59) sebagai rangkuman kebersamaan antara TNI dan rakyat.
Selain rekayasa lalu lintas, pihak penyelenggara juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir. Beberapa instansi kementerian di sekitar Monas dijadikan area parkir alternatif untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian acara.
Selama beberapa hari sebelumnya, telah digelar pameran alutsista dan TNI Fair di Monas sebagai bagian dari rangkaian acara menyambut ulang tahun ini. Masyarakat bisa mendekatkan diri dengan alat utama sistem senjata serta mengikuti stan edukasi dan hiburan rakyat.
Sebanyak 100.000 personel TNI dari ketiga matra (AD, AU, AL), termasuk komponen cadangan dan pendukung, akan ambil bagian dalam parade dan simulasi tempur dalam puncak acara. Mereka akan menampilkan manuver, defile alutsista, serta atraksi udara dan darat.
Gladi bersih telah digelar dengan ketat dan koordinasi antar unsur TNI dan Pemda terus disempurnakan agar acara berlangsung aman dan meriah. Pihak militer memastikan bahwa aspek pengamanan dan protokol berjalan maksimal.
Di tengah sorak tepuk dan derap langkah pasukan, monumen Monas akan menjadi saksi bahwa tanggal 5 Oktober bukan sekadar peringatan militer — melainkan panggung kebangsaan, simbol kehadiran TNI yang mengikat janji bersama rakyat Indonesia.(*)
