Jakarta, Semangatnews.com – Suasana di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat mulai hening ketika massa Reuni 212 perlahan meninggalkan lokasi menjelang pukul 01.00 WIB. Setelah rangkaian doa, zikir, salat berjemaah, hingga salat gaib selesai dilantunkan, peserta tampak bergerak pulang dengan tertib dan teratur.
Sekitar pukul 00.40 WIB, rombongan berbaju putih yang memenuhi kawasan Monas sejak sore mulai berjalan menuju pintu selatan dan tenggara. Sebagian memilih berjalan kaki menyusuri jalan protokol, sementara lainnya dijemput bus dan kendaraan pribadi yang sudah menunggu sejak malam.
Reuni 212 sendiri berlangsung sejak petang saat massa mulai berdatangan dari berbagai daerah. Banyak peserta tiba dengan membawa atribut keagamaan, seperti bendera, ikat kepala, hingga spanduk berisi doa dan pesan solidaritas untuk umat serta korban bencana di sejumlah daerah Indonesia.
Sepanjang malam, area Monas dipenuhi lantunan zikir dan doa yang dipimpin sejumlah tokoh agama. Para peserta membawa sajadah, tasbih, serta perlengkapan ibadah lainnya, menandai kekhusyukan kegiatan yang terus berlangsung hingga jelang dini hari.
Saat pembubaran dimulai, arus lalu lintas di sekitar Monas relatif terkendali. Meski terdapat banyak kendaraan yang terparkir di area sekitar, petugas kepolisian dan dinas perhubungan tampak bekerja keras mengatur aliran kendaraan agar tidak terjadi penumpukan.
Bus-bus besar yang disediakan untuk rombongan dari luar kota diberangkatkan secara bertahap. Hal ini membantu memecah konsentrasi pergerakan massa sehingga situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Sebelum acara berlangsung, beberapa ruas jalan di sekitar Monas sempat direkayasa. Jalur seperti Merdeka Barat, Merdeka Utara, dan Merdeka Selatan mengalami penutupan dan pengalihan arus guna memastikan kegiatan berjalan lancar dan ruang bagi peserta tetap aman.
Selama kegiatan, peserta terlihat mematuhi arahan petugas. Banyak dari mereka berjalan beriringan dan saling menjaga, menciptakan suasana penuh kekeluargaan. Beberapa peserta bahkan terlihat membagikan air mineral, kurma, hingga sajadah kepada jamaah lain.
Kebersamaan semakin terasa ketika doa dan salat gaib dilaksanakan. Banyak peserta berasal dari luar Jakarta, bahkan dari luar pulau, yang mengaku datang untuk mempererat ukhuwah serta ikut mendoakan keselamatan bangsa dan solidaritas bagi korban bencana.
Memasuki dini hari, sebagian besar massa telah meninggalkan lokasi. Monas kembali tampak lengang, hanya menyisakan petugas kebersihan dan pengamanan yang memastikan area kembali tertata setelah dipenuhi ribuan orang.
Sebagian kendaraan terlihat masih terparkir di sisi jalan, menunggu pemiliknya yang berjalan kaki menuju titik jemput atau tempat mereka beristirahat sebelum kembali ke daerah asal. Petugas pun terus mengawasi agar tidak terjadi kemacetan mendadak.
Reuni 212 tahun ini kembali menunjukkan kedisiplinan massa dalam menjaga ketertiban. Dengan koordinasi panitia, aparat keamanan, dan kesadaran peserta, kegiatan besar yang berlangsung hingga larut malam ini dapat berjalan damai, tertib, dan tanpa insiden berarti.(*)
