Nasrul Abit Dorong Program Agroforesty Untuk Kelestarian Danau Maninjau dan Singkarak

oleh -

Nasrul Abit Dorong Program Agroforesty Untuk Kelestarian Danau Maninjau dan Singkarak

Semangatnews, Padang – Program Agroforesty yang di dorong oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama lembaga dan OPD terkait merupakan salah satu solusi atasi pencemaran danau dan kerusakan DAS. Pemprov Sumbar amat mendukung program ini agar terselenggara dengan baik dan tetap sasaran.

Baca Juga:  Sumbar Siapkan Dana Pendamping untuk Pengembangan Dua TPA Antisipasi Persoalan Sampah

Hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela-sela kesibukannya hari ini, Sabtu (7/3/2020).

Lebih lanjut Wagub Sumbar katakan, sudah seharusnya ada pengurangan aktifitas karamba di Danau Maninjau dan tidak ada lagi bagan di Danau Singkarak karena aktifitas itu selama ini telah melebih kapasitas, sehingga mudah terjadi kerusakan alam dan ekosistem lingkungan yang ada.

Baca Juga:  Baru Usulan, CMO Gojek Ainul Yaqin Membuat Saham Unilever (UNVR) Terbang, Siap Siap Saham Bluechip Lain Ngikut

” Argoforisty merupakan solusi yang ditawarkan tentunya program aksi nyata dan tepat guna bagi masyarakat dan tentunya program yang senyawa antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Ini diinisiansi oleh BPDAS Agam Kuantan dengan menghadirkan Direktur Pelaporan EvaluasI Daerah Aliran Sungai (PEDAS) KLHK (M. Saparis Sudaryanto) Ka. DLH Prov. Sumbar, Forum DAS Sumbar dan Forum DAS Kota Padang”, ujarnya.

Baca Juga:  Prakerja Gelombang 22? Ikuti Cara Daftar Serta Persyaratan yang Dibutuhkan Agar Lolos Nanti, www.prakerja.go.id

Nasrul Abit katakan, Program yang akan disenyawakan ini disambut baik oleh Direktur PEDAS KLHK, diantaranya, program Pengalihan Mata Pencaharian dari Keramba Jala Apung (KJA) di Danau Maninjau ke agroforestry (kehutanan dipadukan peternakan, perikanan lele terpal perkebunan) di Danau Maninjau.

No More Posts Available.

No more pages to load.