OJK Bertemu Gubernur Mahyeldi Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Sumbar

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso melakukan kunjungan silaturahmi dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernuran, Kamis (1/4/2021).

Selain silaturahmi, kunjungan ini juga bertujuan untuk memantau dan mendengarkan secara langsung progres serta kendala-kendala yang dihadapi di lapangan baik perbankan maupun pelaku usaha, terkait dengan implementasi kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan OJK dan pemerintah dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sumbar.

Baca Juga:  Pokja Bunda PAUD Rumuskan Program "Jadikan PAUD Padang Panjang Berkualitas "

Wimboh Santoso menyebutkan, dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi di Sumbar, pemerintah daerah harus bisa mengendalikan UMKM, agar bisa pulih seperti semula akibat pandemi Covid-19.

“Tadi kita sudah membicarakan ada beberapa skema dalam pemulihan ekonomi tersebut yaitu dengan melakukan pembinaan, agar mereka bisa usaha dan juga pembiayaan yang sangat murah,” kata Wimboh Santoso.

Baca Juga:  Diusianya Ke-26, Bos SPBU Jalan Mataram Berbagi Sesama, Pembagian Ratusan Nasi Bungkus

Melalui program restrukturisasi kredit, penempatan uang negara pada perbankan, maupun subsidi bunga bagi UMKM. Dia menjelaskan jika perbankan yang memberikan kebijakan restrukturisasi masih belum bisa pulih, OJK akan terus membantu karena UMKM sudah ada platformnya. “Kita berharap Sumbar bisa mengatasi pemulihan ekonomi,” katanya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengharapkan dengan kunjungan OJK bisa memberikan masukan menggerakkan ekonomi di Sumbar.

Baca Juga:  Kadin Kab. Tegal Selenggarakan Pelatihan IT Dan Online Marketing

“Insya Allah, ini akan menjadi support dan semangat bagi kami dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi Nasional di Sumbar,” ucap gubernur.

Selanjutnya, Gubernur Mahyeldi berikan apresiasi berbagai peran Otoritas Jasa Keuangan membina usaha mikro, kecil dan menengah di Sumbar agar tetap bertahan dalam masa pandemi COVID-19