Operasi Mendadak di Lapas Pariaman, Puluhan Paket Narkoba Ditemukan

by -

Semangatnews,Pariaman-Puluhan Paket Narkoba diamankan di Lapas Pariaman, setelah melakukan 4 jam penggeledahan, Selasa dini hari 24/07.

Sidak ini dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Barat, terhadap Lapas kls IIB Parisman yang isinya memang sudahbovet kapasiti.

Meskipun sempat adanya teriakan-teriakan dari narapidana saat penggeledahan tersebut, namun petugas tidak bergeming tetap melanjutkan operasi ke sejumlah kamardan tempat yang dicurigai.

“Saat penggeledahan ditemukan barang bukti narkoban jenis ganja 25 paket, jenis sabu 10 paket kecil dan 2 paket besar,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia Sumbar, Dwi Prasetyo Santoso usai penggeledahan di LP II B Pariaman, Selasa (24/7/2018) sekitar pukul 00.50 WIB.

Ia mengatakan, alasan dipusatkan ke LP Pariaman karena daerah ini termasuk banyak pelanggaran yang dilakukan oleh narapidana.

“Ketika penggeledahan dilakukan, barang haram tersebut ditemukan tidak di dalam kamar saja, bahkan pada narapidana juga, kemudian juga ditemukan di taman-taman bunga depan kamar para napi,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, barang bukti yang ditemukan itu sudah diserahkan pada Polres Pariaman untuk dilakukan pemusnahan. Pasalnya, pihak kepolisian langsung melakukan pemusnahan dilapangan LP itu sendiri dihadapan petugas dan media.

Ia mengaharapkan mudahan kedepan pihak LP II B Pariaman meningkatkan pengawasan sehingga dapat mengurangi ketermilikan barang haram itu oleh narapidana.

“Berapa banyak hasil temuan tidak jadi masalah, namun penggeledahannya yang terpenting,” tegasnya.

Kemudian, kata dia, kedepan yang harus diperbaiki adalah bagaimana menaikan batas tembok atau pagar di LP ini sesuai SOP. Pasalnya, saat ini LP II B Pariaman memiliki pagar hanya 4 meter, sedangkan SOP nya 10 meter dengan rincian 7 meter tembok dan 3 meter kawat sehingga bisa memperkecil kesempatan narapidana memiliki barang haram itu.

“Kebanyakan barang haram tersebut masuk ke LP ini mungkin dengan cara pelemparan ke dalam melalui tembok LP yang rendah tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, akibat keterbatasan anggaran pihaknya sudah mengajukan apa kebutuhan LP yang kurang, seperti CCTV dan kamar, namun sampai sekarang masih saja belum dipenuhi oleh pemerintah pusat.

“Kita hanya bisa merencanakan atau mengusulkan, karena anggaran yang terbatas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini LP II B Pariaman mengalami over kapasitas, dari 36 kamar yang ada, dihuni oleh sebanyak 524 narapidana.

“Hal ini juga membuat kita kewalahan dengan keterbatasan untuk mengawasi para napi tersebut, mau dipindahkan kemana lagi, ini saja sudah pusing mau di pindahkan kemana,” kata dia.(smngtnews/covesia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.