Padang Panjang Terbaik Satu Pengelola Program Bangga Kencana di Sumbar

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Kota Padang Panjang terpilih sebagai terbaik satu pengelola program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2020.

Penghargaan bergengsi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini, diserahkan gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Barat, Irwan, S.Sos, MM didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati, ST, M.Eng.

Piagam penghargaan diterima Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA, Drs. Osman Bin Nur, M.Si dalam acara Rakorda Program Bangga Kencana tahun 2021, Jumat (5/3) di Aula Latbang Perwakilan BKKBN Sumbar. Selain Padang Panjang, sebagai terbaik II dan III, diraih Kabupaten Dharmasraya dan Kota Solok.

Baca Juga:  Apel Gabungan, Bupati Sutan Riska Warning ASN

Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja Pemko melalui Dinas Sosial PPKB PPPA bersama Penyuluh Keluarga Berencana/Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) dan kader KB dalam menggerakkan program Bangga Kencana selama tahun 2020 lalu.

“Adapun indikator penilaiannya didasarkan pada pencapaian pelayanan KB, di antaranya pencapaian KB baru, KB aktif, jumlah akseptor metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Lalu persentasi peserta KB drop out, unmet need, kuantitas pelaporan melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA), pengelolaan Kampung KB, penyusunan Grand Disain Pembangunan Keluarga (GDPK) dan partisipasi serta prestasi dalam kegiatan lomba yang diselenggarakan BKKBN,” papar Fatmawati.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Siap Perjuangkan Jalan Kambang - Muara Labuh.

Data yang didapat Kominfo dari Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Dinsos PPKB PPPA, pencapaian KB di Padang Panjang memang melebihi angka 100%. Untuk peserta KB baru saja, peserta KB baru jenis IUD mencapai 122,89% atau 467 akseptor dari target PPM (Perkiraan Permintaan Masyarakat-red) 380 orang. Lalu untuk kontrasepsi Medis Operasi Wanita (MOW/tubektomi) mencapai 314% dari target PPM 27 orang menjadi 85 orang.