Pameran Nasional Seni Rupa dan Desain FBS-UNP Menarik

oleh -

Semangatnews.com, Padang – Dari banyak agenda HUT ke 56 jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS, Universitas Negeri Padang (UNP) satu diantaranya adalah kegiatan pameran Nasional Seni Rupa dan desain yang digelar sejak 12 hingga 16 Nopember lalu di galeri Fakultas Bahasa dan Seni Rupa, UNP Padang, maka untuk kedepannya perlu diperbaiki sistimnya, baik dari aspek manajemen pameran, persiapan pameran serta karya-karya yang ditampilkan.

Apalagi yang namanya pameran berlabel nasional melibatkan banyak peserta dari berbagai daerah bahkan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia belum termasuk sejumlah seniman dan komunitas seni rupa yang sudah punya nama besar di tanah air, karena melibatkan karya-karya seniman di luar kampus dan sejumlah komunitas serta karya dari luar Sumatera Barat, diantaranya Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Riau dan Jambi dan komunitas Rumah Ada Seni (RAS), Komintas Belanak dan lainnya.

Maka kedepan perlu dilakukan persiapan sejak dini dan bena-benar matang, baik dari aspek manajemen pameran, tema yang diusung, sistim pengkurasian, pengiriman dan pemulangan karya kepada masing-masing peserta termasuk katalogus pameran yang menjadi wajah dan isi pameran sesungguhnya di ruang pameran.

Hal itu sampaikan ketua pantia pameran nasional seni rupa dan desain HUT ke 56 jurusan Seni Rupa, FBS, UNP Padang, Yasrul Sami B didamopingi Nesya Fitryona, saat dihubungi semangatnews.com di kampus seni rupa, FBS, UNP Padang, Minggu (17/11).

Menurut Yasrul Sami B yang akrab dipanggil Ucok itu, menyebutkan bahwa kata Sapamatang sebagaimana telah dijelaskan pada pambukaan pameran, Selasa (12/11) diangkat kepermukaan sebagai tema pameran, sebenarnya tidaklah hadir begitu saja kepermukaan. Semua bertitik tolak dari kegiatan berkesenian yang lebih berorientasi pada nuansa lokal sebagai identitas kekayaan budaya di Indonesia.

Artinya, kesenian hari ini berada pada praktek kontemporer, tidak lagi memiliki kecenderungan pada tanda-tanda yang universal. Justru karakter dan identitas lokal menjadi hal yang cenderung dicari akhir-akhir ini, jelas Yasrul Sami lagi.

Ucok juga berharap, pada momen-momen pameran penting secara nasional diantaranya HUT Seni Rupa, FBS, UNP Padang, kedepannya pihak jurusan dan fakultas seyogyanya duduk bersama dalam merancang dan mendesain program pameran secara proporsional, realistik dam implementatif sehingga label pameran nasional tidak hanya melekat dinama semata, tetapi juga menyangkut persiapan maupun penyelenggaraannya yang telah bergulir jauh-jauh hari sebelum pameran dilaksanakan termasuk sistim pengkurasian karya secara independen dengan ruang dan waktu secara fleksibel, ujar Yasrul Sami B.

Sementara pengamat dan kurator seni rupa, Muharyadi saat diminta pendapatnya soal pameran seni rupa dan desain HUT ke 56 Seni Rupa, FBS, UNP Padang itu menyebutkan, dari aspek karya-karya yang tampil pada pameran kali ini lebih variatif dan dimanis yang secara kuantitas dan kualitas karya-karya yang tampil pada pameran seni rupa dan desain itu, cukup menggembirakan. Artinya karya-karya yang tampil pada kegiatan tidak asal pajang, semuanya dilihat dari isi, pesan dan tema yang diusung relatif menggembirakan.

Namun Muharyadi berharap, seharusnya pihak panitia juga melihat keterwakilan peserta di luar kampus dari Sumatera Barat seyogyanya menjadi bahan kajian dan analisis panitia kedepan. Karena setelah diamati satu persatu karya yang tampil banyak seniman seni rupa dan desainer yang sudah punya nama-nama besar di kancah nasional tidak turut serta di dalamnya. Kiranya di Sumatera Barat, kehadiran lembaga pendidikan tinggi seni rupa, FBS, UNP Padang maupun Seni Murni ISI Padangpanjang, seyogyanya menjadi acuanm dan referensi bagi kegiatan pameran serupa di luar kampus, jelas Muharyadi lagi. (FR)