Pameran Seni Rupa #Realitas Mendapat Perhatian Pengunjung di Taman Budaya

oleh -

Pameran Seni Rupa #Realitas Mendapat Perhatian Pengunjung di Taman Budaya

Semangatnews.com, Padang – Pemerintah provinsi Sumatera Barat senantiasa mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiatan kesenian sebagai bagian dari kebudayaan yang ada di daerah ini di tengah-tengah masyarakatnya. Salah satunya adalah melalui seni rupa yang setiap ruang dan waktu senantiasa melahirkan karya-karya terbaik untuk masyarakat dan publik seni.

Hal itu disampaikan Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, H. Muasri saat membuka dan meresmikan pameran seni rupa yang bertajuk #realitas, di galeri seni rupa Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Dipenogoro 31 Padang, Jum’at malam (4/10).

Menurut Muasri, sejak januari hingga oktober 2019 di Taman Budaya Sumatera Barat telah dilaksanakan empat kali pameran dan yang sekarang bertajuk #realitas adalah pameran yang kelima kalinya.

“Kegiatan pertama pameran tiga SMK kelompok seni budaya Sumatera Barat (SMKN-SSRI-SMSR negeri Padang, SMKN 8 Padan dan SMK N Ampek Angkek Agam) bulan juli lalu, pameran kedua juga merupakan bersama antara Jurusan Seni Rupa UNP dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Padangpanjang agustus lalu, ketiga dan keempat pameran visual Silek Arti Festival dan pameran tunggal Herisman Tojes, lebih sebulan lalu,” ujar Muasri.

Khusus pameran yang mengangkat tema #realitas ini pihak Dinas Kebudayaan melalui UPTD Taman Budaya Sumbar, meminta kurator seni rupa, Muharyadi dan Yasrul Sami untuk selalu menggali dan mencari potensi seni rupa yang selama ini terpendam, maka kurator bekerja keras mendatangi para perupa yang selama ini luput dari perhatian kita. Kemudian kegiatan pameran ini juga diperkuat dengan kolaborasi tim kesenian berbasis budaya lokal dari kabupaten Sijunjung, sebelum pameran diresmikan, ujar Muasri.
Sementara kurator pameran seni rupa #realitas, Muharyadi dan Yasrul Sami B dalam pengantar kuratorialnya dihadapan pengunjung yang memadati area pembukaan menyebutkan, sejak hampir 2 bulan lalu ia dan Yasrul Sami secara berkala mengamati dan menyeleksi karya-karya seniman pemula yang memiliki potensi menggembirakan dalam karya yang dilahirkan untuk publik seni.

Dari 73 karya yang masuk setelah diseleksi maka yang lolos pameran sebanyak 54 karya dari 38 perupa yang ikut serta.

“Peserta pameran #realitas ini, dibagi dalam tiga kelompok yakni ; (1) Perupa yang berkarya tapi belum pernah berpameran (2). Perupa yang berkarya tapi jarang berpameran dan (3) Perupa yang berkarya dan selalu berpameran baik di tingkat regional maupun nasional, diantaranya sketser Body Dharma, Ardim, Zul Manik, Firman Ismail, Widdi Yanti serta Jasrizal Rasyid yang telah lama tenggelam dengan dunia pameran,” ujar Muharyadi.

Kolaborasi ketiga kategori ini, ternyata kita dapat menelusuri perihal kekaryaan dan keterbacaan isian karya baik dari aspek konsep, isi dan makna yang ditampilkan dalam wilayah kreativitas dan ranah estetik dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing ujar,” Muharyadi.

Yasrul Sami diakhir pengantar kuratorialnya menyebutkan, dunia kekaryaan seni rupa sejak lama tak pernah kering dari ide dan pesan-pesan menarik yang dapat diusung kepermukaan sebagaian wilayah kreativitas dan pergulatan seniman seni rupa dalam menggali berbagai ide untuk direfresentasikan kepermukaan.

Kita tidak bisa antara Yogyakarta dan Sumatera Barat, keduanya sama-sama memiliki potensi menarik dalam dunia seni rupa di tanah air,” ujarnya.

Melalui berbagai berbagai kegiatan kekaryaan seni rupa, kita yakin dunia seni rupa di daerah Sumatera Barat tidak pernah kering dari ide, tema maupun makna karya yang berangkat dari berbagai dinamika dihadapan perupa seperti masalah sosial, ekonomi, politik dan budaya,” ujar Yasrul Sami lagi. (FR).