NIAS SELATAN, SEMANGATNEWS.COM – Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VIII GMNI Nias Selatan, Antonius Giawa, menolak keras klaim kepengurusan baru maupun rencana pelantikan sepihak oleh oknum tertentu di luar keputusan forum resmi.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Antonius kepada awak media melalui keterangan tertulis via pesan WhatsApp pada Jumat (28/8/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh kader wajib tunduk pada keputusan Konfercab VIII yang digelar di Hotel Yonnas pada 5 Juni 2026 sebagai lembaga tertinggi organisasi di tingkat cabang.
Kronologi Rekonsiliasi GMNI Nias Selatan
Konflik internal sebelumnya melibatkan kubu Antusias Wau (afiliasi Imanuel Cahyadi-Sujahri Somar) dan kubu Trisna Ziliwu (afiliasi Arjuna-Dendy).
Mengesahkan kepemimpinan nasional DPP GMNI periode 2025–2028 di bawah Ketua Umum Sujahri Somar dan Sekjen Amir Mahfut pada Kongres Nasional XXII GMNI di Bandung (15/7/2025).
Kedua kubu di tingkat cabang, kubu Antusias Wau dan kubu Trisnawati Ziliwu sepakat melakukan rekonsiliasi pada April 2026 di Teluk Dalam, untuk mengakhiri dualisme, dan bersatu mendukung DPP GMNI hasil Kongres Bandung pada April 2026.
Dengan sudah menyatukan pemahaman dan presepsi maka kedua kubu tersebut bersepakat untuk melaksanakan Konfercab Persatuan DPC GMNI Nias Selatan yang di gelar pada (5/6/2026), bertempat Aula Hotel Yonnas Teluk Dalam.
Digelar di Aula Hotel Yonnas Teluk Dalam, dibuka langsung oleh Ketum DPP GMNI Sujahri Somar, dan menetapkan Bung Antusias Wau sebagai Ketua DPC GMNI Nias Selatan periode 2026–2028 secara aklamasi.
Pada pelaksanaan kegiatan Konfercab Persatuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI Sujari Somar, Ketua Bidang Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal DPP GMNI Joko Puryanto Mendrofa, dan kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar.
Setelah itu kegiatan berlangsung hingga selesai dan menetapkan hasil, Antusias Wau terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC GMNI Nias Selatan periode 2026 – 2028.
Antonius mengingatkan agar momentum persatuan sejarah ini tidak dirusak oleh kepentingan kelompok tertentu. Ia menyebut kemunculan klaim baru pasca-Konfercab sebagai gerakan inkonstitusional yang merusak marwah organisasi.
“Jangan sampai setelah kita melakukan rekonsiliasi dan menyatukan dua kubu melalui forum resmi, kemudian muncul kepengurusan siluman yang justru merongrong persatuan yang sudah dilaksanakan,” tegas Antonius dalam pesan WhatsApp-nya.
Panitia pelaksana mengimbau seluruh kader dan elemen GMNI Nias Selatan untuk tidak terprovokasi. Jika terdapat keberatan terkait hasil forum, hal tersebut wajib diselesaikan melalui mekanisme resmi internal organisasi, bukan dengan membentuk kepengurusan tandingan atau melakukan pelantikan sepihak. (Key)

