Pelukis Anni Kholilah Bertutur Tentang Cerita, Emosi dan Pesan-pesan Kultural Melalui Pameran Tunggal Jalur Rempah

by -
Pelukis Anni Kholilah Bertutur Tentang Cerita, Emosi dan Pesan-pesan Kultural Melalui Pameran Tunggal Jalur Rempah
Pelukis Anni Kholillah bersama Menteri Kebudayaan Fadlizon dalam suatu kesempatan

Oleh Muharyadi

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Lebih 18 tahun lalu, saya telah mengenal pelukis wanita Anni Kholilah (37 th) melalui sejumlah aktiivitas pameran bersama di Sumatera Barat seperti ; Pameran seni rupa Se Sumatera dan pameran bersama ISI (Institut Seni Indonesia Padang Panjang dan UNP (Universitas Negeri Padang) di ruang pameran, Galeri Seni, Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Diponegoro, 31 Padang serta sejumlah pameran penting lain di beberapa daerah di tanah air.

Dalam catatan, pelukis wanita yang dikalangan seniman lebih dikenal dengan panggilan Anni Si Pelukis Beringin tersebut karya karyanya cukup menarik perhatian pengunjung. Karena urusan tumbuhan, pohon dan aneka bunga serta beragam persoalan dinamika kehidupan sosial yang dikemas dalam kecendrungan dekoratif tampil menarik untuk ditelusuri lebih jauh dan lebih dalam.

Anni Kholilah, Kapal Rempah, Akrilik , 150x 200 cm, 2026
Anni Kholilah, Kapal Rempah, Akrilik , 150x 200 cm, 2026

Dalam dua tahun terakhir Anni demikian panggian akrabnya telah berpameran di iven “Kontribusi Seni Rupa Nusantara terhadap Pengembangan Peradaban dan Kesejahteraan Masyarakat” di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, 10-17 Februari 2025, serta pameran “Pesona Indonesia” di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, 8-14 Februari 2025 dimana pada kedua iven penting ini tersirat cerita, emosi, dan pesan-pesan kultural yang direfresentasikan kepermukaan.

Anni Kholilah, yang menyelesaikan pendidikan seni strata S1 ISI (Institut Seni Indonesia) Padang Panjang (2011) dan S2 (2014) masih di kampus yang sama dan kemudian sejak menyelesaikan Pascasarjana (2014) tak sampai setahun mengabdikan diri di ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Banda Aceh.

Anni Kholilah, Bunga Lawang, Akrilik 100x100 cm, 2026
Anni Kholilah, Bunga Lawang, Akrilik 100×100 cm, 2026

Di sela sela menghadapi mahasiswa, naluri berkaryanya tak pernah pudar. Bagi Anni selain mengajar, berkarya, berpameran dan berkarya lagi untuk tetap menyuarakan pergulatan kreativitasnya tetap saja melekat pada dirinya.

Kini mengambil contoh melalui pameran “jalur rempah” yang berlangsung sejak 17 sd 19 Juli 2026 di Museum di Museum Aceh jalan Sultan Mamudsyah Nomor 10 Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh mengusung tema “Jalur rempah” dari puluhan pameran yang pernah diikutinya memiliki momentum penting dalam perjalanan kariernya, baik sebagai dosen seni maupun seniman seni rupa sebagai ruang refleksi apresiasi terhadap sejarah panjang jalur rempah yang telah membentuk identitas budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat Nusantara, khususnya Aceh sebagai salah satu wilayah penting dalam jaringan perdagangan rempah dunia.

Anni Kholilah, Rempah-Rempah, Akrilik, 100x 100 cm, 2026
Anni Kholilah, Rempah-Rempah, Akrilik, 100x 100 cm, 2026

Dalam pengantar kurator pameran yang ditulis Heri Kris, Perupa dan kurator yang alumni ISI Yogyakarta menyebut bahwa : Pameran tunggal seni lukis bagi seorang pelukis adalah sebuah proses apresiasi secara utuh antara artist (seniman) tunggal dengan audiens.

Disebutkan, pasar perdagangan rempah-rempah di Aceh sejak pemerintahan Sultan Iskandar muda nampak nyata keuntungannya secara ekonomi bagi rakyat Aceh. Dari pertukaran ekonomi berkembang menjadi pertukaran budaya antar daerah dan antar negara. Hal inilah salah satu yang menjadi daya tarik dan menginspirasi Anni untuk diabadikan dalam lukisan dalam kecendrungan dekoratif.

Anni Kholilah, Gerbang Rempah, akrilik, 150x200cm, 2026
Anni Kholilah, Gerbang Rempah, akrilik, 150x200cm, 2026

“Jalur rempah” di Aceh adalah sebuah rute atau jalur perdagangan rempah-rempah dari berbagai negara sejak abad 15. Pasar perdagangan rempah-rempah di Aceh sejak pemerintahan Sultan Iskandar muda sudah nampak nyata keuntungannya secara ekonomi bagi rakyat Aceh. Dari pertukaran ekonomi berkembang menjadi pertukaran budaya antar daerah dan antar negara. Hal inilah salah satu yang menjadi daya tarik dan menginspirasi Anni untuk diabadikan dalam lukisan dengan gaya dekoratif.

Dua puluh karya yang dipajang, Anni terinspirasi dari budaya lokal dengan pokok bahasan lukisannya tentang rempah dalam berbagai komposisi dan persoalan kesehariannya. Lihat karyanya berjudul “Kapal Rempah”, Akrilik, 150×200 cm, 2026. Lukisan dalam kecendrungan dekoratif ini menampilkan garis-garis ritmis dan titik-titik besar kecil menghiasi kontur-kontur objek. Ada dua perahu dipantai bermuatan rempah-rempah yang didukung sejumlah obyek lain memperkuat obyek utama karya diperkuat goresan membentuk ornamen menghiasi seluruh bidang kanvas, makin melengkapi dan memperkaya isi lukisan.

Anni Kholilah, Pasar Rempah, akrilik, 150x200cm, 2026
Anni Kholilah, Pasar Rempah, akrilik, 150x200cm, 2026

Ruang transaksi rempah antara pedagang dan pembeli direfresentasikan Anni melalui karyanya, Pasar Rempah, akrilik, 150x200cm, 2026 dengan sejumlah perahu merapat ke pantai. Tumpukan rempah di pantai menyiratkan kekayaan rempah rempah di tanah leluhur yang digambar Annie sebagai sebuah fenomena yang menarik pedagang dan pembeli yang dikemas secara totalitas melalui garis dan warna membentuk ritme ornamen dengan bentuknya mengisi penuh ruang kanvas.

Karya berjudul Rempahnya Terjual, Akrilik, 150x100cm, 2026 dan Pasar Rempah, Akrilik, 150×200 cm, 2026 dengan sosok wanita sebagai pedagang rempah mengilustrasikan kaum hawa dalam peran, fungsi, hak, tanggung jawab pada tata nilai sosial, budaya dan adat istiadat dari kelompok masyarakat yang tidak mau berpangku tangan di rumah. warna warna hangat menggambarkan suasana kegembiraan sebuah keluarga petani yang merasa berhasil karena dagangannya terjual di keranjang.

Pameran tunggal Anni ini jauh lebih sempurna jika karya karya yang tampil tidak hanya menyuguhkan karya karya terbaru tahun 2026 semata tanpa didampingi karya karya sebelumnya sebagai tolok ukur perjalanannya dalam ranah estetis bermuatan banyak persoalan dan dinamika keragaman obyek kepermukaan. Tampilan karya secara priodik dapat disimak sebagai suatu pergulatan panjang dalam perspektif kreativitasnya. (*)

Catatan Redaksi

Muharyadi, Seniman, Kurator dan Jurnalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.