Pelukis Lully Tutus Menggelar Pameran Tunggal Kedua, Tema dan Gayanya Yang Unik sejak 2 April sd 17 Mei 2026 di Yogyakarta

by -
Pelukis Lully Tutus Menggelar Pameran Tunggal Kedua, Tema dan Gayanya Yang Unik sejak 2 April sd 17 Mei 2026 di Yogyakarta
Pelukis Lully Tutus (kiri) dan kurator Mikke (kanan)

YOGYAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Untuk kedua kalinya, pelukis Lully Tutus menggelar pameran menyajikan 10 karya yang kali ini digelar di hotel Gramm Yogyakarta di Jalan Laksda Adisucipto No.82, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pameran ini mulai 2 April sd 17 Mei 2026.

Pameran tunggal kedua bagi pelukis wanita kelahiran 28 Maret 1980 itu menurut Kurator, Mikke Susanto kepada semangatnews.com, Senin, (30/03/26) menyebutkan memiliki tema dan gayanya unik. Tema berkisar lingkungan sekitarnya, baik ia sebagai ibu, istri, dan perempuan.

Lully Tutus, Rikma, 90 x 110 cm, Acrylic, 2025
Lully Tutus, Rikma, 90 x 110 cm, Acrylic, 2025

Gayanya bersandar pada fantasi-fantasinya yang luar biasa dan kaya kisah, warna dan karakter. Pameran tunggalnya yang pertama berlangsung tahun 2023 silam dengan 33 lukisan.

Di pameran tunggal keduanya kali ini, Lully Tutus berharap satu hal utama. Ia ingin penonton mengingat kembali satu hal yang sering hilang ketika kita tumbuh dewasa melalui kebebasan untuk berfantasi. Fantasi memberi ruang bagi pikiran untuk bermain, berbagi perasaan untuk berbicara, membuka masa depan, mewadahi tekanan hidup, dan berbagi harapan untuk tumbuh.

Bahkan dari kacamata penulis Heti Palestina, dengan fantasi, kita menjadi peka terhadap kisah-kisah besar yang tak terjadi dalam lanskap nyata. Misteri dan keajaiban yang ditemui dalam fantasi sangat bebas dipantulkan kembali pada persepsi kita tentang dunia sekaligus melihatnya dengan cara yang baru,” ujar Mikke Susanto memaparkan.

Lully Tutus, Iwak Pitik, 90 x 110cm, Acrylic , 2026
Lully Tutus, Iwak Pitik, 90 x 110cm, Acrylic , 2026

Artinya melalu fantasi menyadarkan bahwa sendiri bukan berarti sepi. Dalam keheningan bersama fantasi yang diselaminya Lully menemukan koneksi terdalam dengan jiwa, Tuhan, dan makna hidup.

Dalam catatan kita, pelukis wanita Lully Tutus yang memulai perjalanannya di bidang Seni Rupa tahun 2009 tersebut mulai meniti kariernya di Seni Rupa hingga saat ini. Ia mengerjakan semua lukisannya di studio seninya yang terletak di Mriyan, Timbulharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Memiliki tiga anak dan seorang suami selalu menemaninya saat ia melukis. Lully Tutus memiliki gaya khas dalam lukisannya. Ia sering melukis peri, jamur, dan makhluk mitos-kartun lainnya. Ia selalu mengatakan bahwa tiga makhluk ajaib tersebut berasal dari imajinasi dan fantasinya

Bahkan dalam pameran  tiga Srikandi pelukis Jogja bersama Watie Respati, Erica Hestu Wahyuni dengan tajuk tajuk “Well Done” di Indieart House Jalan Samawaat No. 99 Bekelan-Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta yang juga dikuratori Mikke Susanto empat tahun lalu juga pernah menyebutkan, lukisan Lully Tutus bergaya dekoratif naïve, yang memandang dunia dengan pikiran manusia dewasa.

Melalui lukisannya Lully Tutus menggambarkan objek hidup secara anatomis, seolah dunia terdiri dari aneka fantasi visual. Menurut Mikke, Lully mampu menggabungkan realitas anatomi dengan realitas non-inderawi secara koheren melalui gaya dekoratif-nya. Dibalik realitas, Lully merekam kehidupan non-real yang kaya warna, kaya dimensi, layak disebut multidimensi.

Pameran tunggal kedua bagi Lully Tutus yang rencananya akan dibuka 2 April 2026, pukul 15.00 WIB tersebut oleh Ketua Dewan Guru Besar UGM periode 2021-2026, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. menarik untuk disaksikan mengingat misteri dan keajaiban yang ditemui dalam fantasi tentang dunia sekaligus melihatnya dengan cara baru. (mh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.