BENGKULU, SEMANGATNEWS.COM – Lebih satu dekade silam Yuni Darlena (56 th) srikandi pelukis wanita Indonesia asal Bengkulu ini tetap eksis untuk terus berkarya, berpameran dan berkarya lagi. Isi dan tampilan karya karyanya, bukan hanya mencapai banyak kemajuan dalam penjelajahan kerativitasnya, tetapi karya karyanya kini banyak dilirik kolektor dalam dan luar Negeri.
Menurut Yuni demikian panggilan akrabnya kepada semangatnews.com, Senin, (20/07/26) menyebut, dalam membuat lukisan ia bekerja dan berproses dengan sepenuh hati. Karena dengan melukis sepenuh hati, lukisan yang dijelajahi dan disiasatinya kepermukaan kanvas, hasilnya menjadi maksimal dengan kepuasan hati yang praktis turut menyertainya.

Hal itulah menjadi landasan dan dipegang Yuni saat menghasilkan sebuah karya. “Ia pun dalam prose karyanya selama ini pernah mengikuti sejumlah iven pameran seperti di Jambi, Palembang, Lampung, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Surabaya bahkan dalam waktu dekat ke Eropa” ujar Yuni yang kini bermukim dan berkarya dikediamannya Jalan Genting Gang Aur Duri No. 09 RT. 02, RW. 01 Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu Bengkulu.
Pelukis Yuni Daud penyandang disabilitas fisik ini dalam catatan kita menekuni kerja lukis-melukis setelah mengalami kelumpuhan akibat infeksi tulang belakang yang menjadikan seni sebagai ruang untuk bangkit dari keterbatasan fisiknya sejak lama.

Melalui semangat belajar secara mandiri dan terus mengasah kemampuan, Yuni memilih dalam kecendrungan naturalis dengan menghadirkan obyek lanskap alam, air, dan potret kehidupan manusia yang sarat makna dan emosi. Baginya melukis dalam kecendrungan Naturalisme ia berusaha menggambarkan objek sesuai dengan keadaan aslinya di alam, keindahan alam, manusia, dan lingkungan yang tidak hanya meniru bentuk luar suatu objek, tetapi juga memperhatikan unsur cahaya, warna, tekstur, dan suasana agar lukisan terlihat hidup.
Salah satu karya terbaiknya dua tahun silam pernah pula dikoleksi putra presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyonom Ibas melalui kesempatan lelang karya. Alhamdulillah, ujar Yuni penuh haru seraya mengucapkan terimakasihnya pada putra Presiden RI ke 6 tersebut.
Bahkan dalam iven bergengsi ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026, salah satu pameran seni kontemporer yang digelar di RheinMain CongressCenter (RMCC), Wiesbaden, Jerman, yang rencananya digelar 11 – 13 September 2026, salah satu karyanya berjudul “When You Love Lilies”, akrilik 50 x 60 cm, 2023 akan diikutsertakan.
Keikutsertaan, Yuni Daud menjadi bagian dari Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) tersebut merupakan inisiatif untuk membuka akses bagi seniman Indonesia untuk menembus Eropa. Di karyanya ini, melalui bunga lili, Yuni menghadirkan simbol keanggunan, ketenangan, dan kebahagiaan. “Bunga lili memancarkan keanggunan, ketenangan, dan keindahan alami. Kehadirannya menghadirkan rasa damai serta pesona lembut. Lewat karya ini saya ingin menangkap kebahagiaan yang hening yang bisa dihadirkan bunga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yuni memberi ilustrasi.
Sebagaimana disampaikan Yuni, bahwa melukis bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga menyampaikan harapan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Melalui tarikan garis dan sapuan kuasnya, ia ingin memperlihatkan bahwa seni mampu menjadi bahasa universal yang melampaui batas ruang, budaya, dan kondisi fisik.
Dalam catatan yang ada hampir 10 tahun silam hingga kini Yuni telah mengikuti sejumlah iven pameran baik kolektif maupun tunggal, diantaranya pameran tunggal “berkembanglah puan” di gallery alternatif bombaru Bengkulu, pameran seni riupa “pesona bumi rafflesia” di ruang rupa taman budaya Bengkulu (2017). Pameran festival bebas batas di gallery nasional Jakarta (2018). Pameran “Dari Bengkulu untuk Indonesia” di ruang olah seni Taman Budaya Bengkulu dan dan karyanya terpilih menjadi karya terbaik mewakili Bengkulu di ajang pameran dan Pergelaran seni Se- Sumatera di lampung (2019).
Pameran dan festival ahli gambar ” manusia! Manusia” di galeri RJ. Katamsi, ISI Yogyakarta (2020), Pameran seni lukis karya wanita pelukis Indonesia “mahakarya wanita indonesia” di Gallery seni rupa Surakarta (2021), pameran kaligrafi internasional ” the power of Ka’bah di Convention Centre hall Jakarta Islamic Centre, Jakarta (2023) dan lainnya. (mh)

