Pelukis Wanita Rohani Yusuf Dari Aceh Utara, Rutin Berkarya yang Kini Karya karyanya Terus Berkembang dan Mulai Dilirik Kolektor Lokal

by -
Pelukis Wanita Rohani Yusuf Dari Aceh Utara, Rutin Berkarya yang Kini Karya karyanya Terus Berkembang dan Mulai Dilirik Kolektor Lokal
Pelukis Rohani Yosuf dari Aceh Utara, Provinsi Aceh

ACEH UTARA, SEMANGATNEWS.COM – Berbekal ilmu seadanya pelukis otodidak wanita Rohani Yusuf (45 th) dari Aceh Utara provinsi Aceh, tetap saja terus giat berkarya lukis melukis ini telah dilakukannya sejak 16 tahun silam. Soal hasilnya apa kata orang saya tidak ambil pusing, yang penting saya terus melukis dan melukis lagi.

Karya Rohani Yosuf, buah di Meja Makan
Karya Rohani Yosuf, buah di Meja Makan

Rohani Yusuf memilih untuk tidak banyak bersuara ditengah gegap gempita banyaknya bermuculan teman-teman seniman berbasis ilmu pendidikan seni. Dari sini pula ia memilih terus berdialog dengan dirinya sendiri, kemudian menggali dari apa yang ditemukan dalam dunia seni lukis, sebagaimana dikemukakan Rohani Yusuf di kediamannya, Jalan Medan Banda Aceh Lorong Mesjid Baiturrahman, Gampong Pulo, Kec Syamtalira Aron, Kab Aceh Utara, provinsi Aceh, Sabtu siang (8/8/26).

Dalam melukis apapun obyeknya saya merasa bebas dengan beragam ekprimen seperti penggayaan, maupun teknik dan media yang saya gunakan dalam merefresentasikan obyek obyek sederhana yang ada dihadapan untuk mengembangkannya secara artistik apa pun itu hasilnya dan orang menilai saya senang dengan corak realis,” jelas Rohani Yusuf.

Rohani Yosuf, Bunga, 50×70 cm, 2026
Rohani Yosuf, Bunga, 50×70 cm, 2026

Menjadi seniman otodidak bagi saya tentu memiliki kebebasan kreatif, tanpa terikat pada kurikulum atau standar akademik yang selama dilalui teman teman saya yang juga pelukis. Saya dapat bereksperimen dengan berbagai gaya, teknik, dan media tanpa merasa dibatasi oleh aturan yang ada,” ujar Rohani menceritakan pengalamannya.

Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah karya saya yang sederhana ini, telah diikutserakan untuk tampil dalam sejumlah pameran lokal dan regional termasuk beberapa kali di luar Sumatera. Apapun penilaian orang yang mengamatinya saya serahkan semuanya pada yang menilai karya saya dan mengaku kondisi fisiknya sering sakit sakitan dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi obat jika saya selesaikan dengan melukis,” ujar Rohani tanpa menyebut jenis penyakit yang dideritanya.

Potret Deddy Corbuzier karya Rohani Yosuf
Potret Deddy Corbuzier karya Rohani Yosuf

Selain tampil di pameran, sejumlah pejabat daerah mulai dari Kapolres, Bupati dan lainnya telah mengoleksi beberapa karya yang hasilnya dapat saya gunakan untuk membeli bahan dan alat yang digunakan untuk berkarya berikutnya.

Salah satu potret hitam putih karya Rohani Yosuf
Salah satu potret hitam putih karya Rohani Yosuf

Dan pernah suatu kali Deddy Corbuzier berkunjung kedaerahnya bersama ibu Risma (Menteri Sosial RI era sebelum ini), saat itu saya mencoba memberanikan diri untuk melukisnya, tapi tak kesampaian karena keterbatasan waktu. Untuk mengobati kekecewaan saya, salah seorang ajudan memberikan potret Deddy Corbuzier, saya coba melukisnya dengan hitam putih, banyak orang menilai hasilnya mirip sekali katanya. Kepuasan saya bukan karena mirip atau tidaknya, tapi ingin bertemu langsung dengan penerima Merlin Award untuk Mentalis Terbaik Dunia dua kali berturut-turut.

Saya pun menyadari dan mengakuinya bahwa belajar melukis secara mandiri dapat memakan waktu lama dan kadang membingungkan, terutama ketika memahami konsep-konsep seperti teori warna, komposisi, atau anatomi dan lain sebagainya. Namun saya mengatasinya dengan banyak membaca buku buku relevan seni lukis, mngunjungu pameran dan berdiskusi dengan teman teman seniman yang berlatar belakang pendidikan seni,” ujarnya. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.