Pemko Sawahlunto Perkuat Forum Kerukunan Umat Beragama, Rp50 Juta Digelontorkan untuk Jaga Kerukunan

by
Pemko Sawahlunto Perkuat Forum Kerukunan Umat Beragama, Rp50 Juta Digelontorkan untuk Jaga Kerukunan
Pemko Sawahlunto Perkuat Forum Kerukunan Umat Beragama, Rp50 Juta Digelontorkan untuk Jaga Kerukunan

SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM — Pemerintah Kota Sawahlunto memperkuat koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman agama dan keyakinan.

Penguatan koordinasi itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah bersama Dewan Penasihat dan Pengurus FKUB Kota Sawahlunto Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Balai Kota Sawahlunto, Rabu, 16 September 2026.

Dalam agenda tersebut, Pemko Sawahlunto juga memberikan dukungan anggaran kepada FKUB melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) senilai Rp50 juta.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap aman, damai, dan kondusif.

Menurut Riyanda Putra, keharmonisan kehidupan beragama di Sawahlunto tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi harus terus dirawat melalui komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.

“Kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif,” kata Riyanda.

Riyanda Putra menekankan pentingnya memperkuat komunikasi lintas agama agar berbagai potensi persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dibicarakan dan ditangani sejak dini.

Karena itu, sinergi pemerintah daerah dengan FKUB diharapkan tidak berhenti pada dukungan kelembagaan dan anggaran. FKUB juga diharapkan semakin aktif menjalankan fungsi membangun toleransi serta menjadi ruang komunikasi antarumat beragama.

Riyanda Putra menyebut kerukunan sebagai modal sosial yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Kondisi masyarakat yang harmonis akan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi aktivitas sosial, ekonomi, dan pembangunan.

“Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, berbagai potensi persoalan dapat dikomunikasikan dan ditangani sejak dini,” ujarnya. (Nova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.