Penanganan Dampak COVID-19 Masih Menjadi Fokus dalam APBD P Sumbar 2021

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Sumatera Barat 2021 masih difokuskan pada penanganan COVID-19 diantaranya bidang kesehatan, stimulus pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan dampak sosial.

“Sesuai Permendagri Nomor 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2021 dinyatakan yang menjadi prioritas selain untuk mendukung prioritas pembangunan nasional tetap diprioritaskan dampak COVID-19 diantaranya di bidang penanganan dampak kesehatan, recovery ekonomi dan penanganan dampak sosial dengan penguatan jaring pengaman sosial,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi dengan acara Pengambilan Keputusan Ranperda tentang APBD P tahun 2021, Kamis(30/9/2021).

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi : Mahasiswa STAI-YDI Miliki Modal Guna Wujudkan Sumbar Madani

Selain itu, tahun 2021 merupakan tahun terakhir dalam RPJMD Sumbar 2016-2021 sehingga program yang dialokasikan adalah kelanjutan dari 10 program prioritas pembangunan daerah periode sebelumnya.

Meski demikian, Mahyeldi menyampaikan Pemprov Sumbar tetap berupaya mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam APBD P 2021 dan kebutuhan lain yang bersifat strategis.

Dari beberapa tahapan yang telah dilalui maka postur APBD P Sumbar 2021 totalnya Rp 6,9 triliun lebih yang terdiri Pendapatan Daerah Rp 6,6 triliun diantaranya PAD Rp2,5 trilun, Pendapatan Transfer Rp4,09 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp93,4 miliar.

Baca Juga:  Kabupaten Kepulauan Mentawai Siap Sosialisasikan Fungsi dan Tugas BPSK

Sementara Belanja Daerah Rp6,896 triliun dan Pembiayaan Daerah yang terdiri Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp260,86 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp15,050 miliar.

Defisit anggaran pada RAPBD 2021 sebesar Rp245,8 miliar sepenuhnya dapat ditutupi dengan pembiayaan netto atau selisih antara penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.