Penembakan Saat Pemakaman di Yordania Picu Duka Nasional, Aparat Buru Kelompok Bersenjata

by

Jakarta, Semangatnews.com – Yordania berduka setelah serangan bersenjata di sebuah gereja di wilayah Karak menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya. Penembakan yang terjadi saat prosesi pemakaman pada Jumat (23/10/2026) itu memicu kecaman luas serta mendorong pemerintah memperketat upaya pengejaran terhadap para pelaku.

Insiden tersebut berlangsung di Gereja Hamoud, Yordania selatan, ketika sejumlah orang berkumpul untuk menghadiri upacara pemakaman. Para penyerang dilaporkan melepaskan tembakan di area gereja, membuat suasana yang semula berlangsung khidmat berubah menjadi kepanikan.

Direktorat Keamanan Publik Yordania mengonfirmasi tujuh orang meninggal dunia akibat serangan tersebut. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka, dengan sebagian harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Jumlah korban sempat berubah dalam laporan awal sebelum diperbarui oleh pihak berwenang.

Keterangan saksi mata menyebutkan bahwa tembakan berlangsung selama beberapa menit sebelum para pelaku meninggalkan lokasi. Saat kejadian, diperkirakan terdapat sekitar 150 hingga 200 orang di dalam dan sekitar kompleks gereja, sehingga serangan tersebut menimbulkan dampak serius bagi masyarakat setempat.

Rekaman kamera pengawas yang disiarkan televisi pemerintah Al-Mamlaka memperlihatkan beberapa orang bersenjata melepaskan tembakan dari luar gereja. Gambar tersebut menjadi salah satu bahan yang diperiksa dalam penyelidikan, sementara aparat masih berusaha mengidentifikasi para pelaku dan menelusuri kemungkinan motif serangan.

Raja Abdullah II mengunjungi Karak setelah kejadian dan menyampaikan kecaman keras. Ia berjanji bahwa pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi hukuman berat. Menurutnya, tindakan kekerasan tidak akan mampu memecah persatuan masyarakat Yordania.

Pemerintah juga menegaskan bahwa penembakan tersebut diduga berkaitan dengan ideologi ekstremis. Menteri Dalam Negeri Mazin Al Farrayeh menyatakan bahwa terlalu dini untuk memastikan apakah para pelaku memiliki hubungan dengan organisasi tertentu di dalam maupun luar negeri. Sampai saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Perdana Menteri Jafar Hassan memerintahkan masa berkabung nasional selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Bendera di gedung pemerintahan dan lembaga publik diturunkan setengah tiang, sementara masyarakat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Kecaman juga datang dari komunitas internasional. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menilai serangan terhadap warga sipil di tempat ibadah, terlebih ketika prosesi pemakaman berlangsung, sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Sejumlah pejabat negara lain turut menyampaikan kecaman atas kekerasan tersebut.

Komunitas Kristen di Yordania merupakan kelompok minoritas di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Karena itu, serangan terhadap gereja tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan tempat ibadah dan pentingnya menjaga hubungan antarkelompok masyarakat di tengah ancaman ekstremisme.

Aparat keamanan kini melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap identitas, jaringan, dan motif para penyerang. Pemerintah menegaskan bahwa persatuan nasional akan tetap dijaga, sementara masyarakat berharap proses hukum dapat segera membawa para pelaku ke pengadilan dan mencegah terulangnya tragedi serupa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.