Penerima Bantuan Iuran BPJS Akan Dinonaktifkan Bila Tidak Tepat Sasaran Lagi

oleh -
20200122_182747

Semangatnews Payakumbuh – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Dinas Sosial akan menonaktifkan keanggotaan BPJS dari 1.586 jiwa yang berasal dari program Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kota Payakumbuh karena dinilai tidak lagi tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Payakumbuh, Ance Alfiando, mengatakan dinonaktifkannya keanggotaan dari program PBI tersebut dipastikan bukan karena premi pembayaran BPJS yang naik.

Baca Juga:  Ini Jawaban Pemda Terhadap Pandangan Umum Fraksi Atas Nota Pengantar APBD Perubahan 2021 Pessel

“Pemko akan mempertahankan jumlah kuota agar dapat mengakomodir jaminan kesehatan masyarakat kita, Sesuai dengan Komitmen Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, jangan sampai ada warga miskin kita yang terlantar,” kata Ance saat dihubungi, Rabu (22/01).

Ance menyebut, dinonaktifkannya keanggotaan BPJS 1.586 jiwa tersebut, murni karena penerima tersebut dinilai sudah tidak layak lagi masuk ke dalam program PBI.

Baca Juga:  Pemko Payakumbuh Akan Gelar Gebyar Vaksin Sapu Jagat

“Dulu ada yang belum bekerja, sekarang sudah bekerja dan pendapatannya saat ini bisa dikatakan besar. Karena itu keanggotaan mereka dinonaktifkan,” sebutnya.

Keanggotaan yang dinonaktifkan, sambung Ance, berasal dari PBI yang preminya dibayarkan dari sharing APBD Kota dengan provinsi dan premi dari APBD murni Kota Payakumbuh.

Untuk JKSS, kuota yang dipersiapkan ada sebanyak 32.903 jiwa dan saat ini yang terdaftar sebanyak 32.317 orang.

Baca Juga:  Pemko Payakumbuh Gelar Sosialisi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat

“Kita sudah sisir dan ada yang tidak memenuhi kriteria, yakni sebanyak 1.121 jiwa. Ini yang akan kita minta nonaktifkan melalui Dinas Kesehatan Kota,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.