Jakarta, Semangatnews.com – Dukungan publik sepak bola Indonesia kembali tertuju pada skuad Persib Bandung setelah nama bek asing, Layvin Kurzawa, menghilang dari daftar susunan pemain (DSP) saat Maung Bandung menghadapi Persita Tangerang di pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Absennya Kurzawa memicu pertanyaan besar publik pasalnya ia justru tampil pada pertandingan sebelumnya.
Pada laga kontra Persita, nama Bekas pemain Paris Saint-Germain ini tidak tercantum dalam daftar yang dilaporkan pada pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, meskipun seminggu sebelumnya ia turun sebagai pengganti dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Ratchaburi FC.
Ketidakhadiran Layvin Kurzawa lantas menarik perhatian suporter dan pengamat sepak bola lokal. Banyak yang mempertanyakan alasan perpisahan nama Kurzawa dalam skuad yang digadang-gadang kuat dan kompetitif di liga ini, apalagi Persib mampu mengamankan kemenangan tanpa dua pilar utamanya.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, akhirnya menjelaskan keputusan tersebut kepada awak media setelah pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi Persib. Menurutnya, keputusan itu bukan akibat cedera serius, tetapi lebih berkaitan dengan strategi menjaga kebugaran pemain.
Hodak menjelaskan bahwa Kurzawa baru saja memainkan dua laga AFC Champions League Two dalam waktu dekat dan membutuhkan istirahat untuk pulih. Bek kiri asal Prancis itu sebelumnya jarang bermain sehingga tim pelatih memilih langkah hati-hati agar tidak memaksakan tubuhnya dalam jadwal pertandingan yang padat.
“Kami hanya memberinya istirahat,” ujar Hodak ketika ditemui seusai latihan di Stadion GBLA. Menurut pelatih asal Kroasia ini, keputusan untuk tidak menurunkan Kurzawa dalam laga kontra Persita merupakan upaya menjaga kebugarannya dan mencegah risiko cedera yang bisa muncul jika pemain dipaksakan tampil lagi.
Strategi ini dipandang penting mengingat Persib juga sedang menjalani kompetisi ganda antara liga domestik dan kompetisi Asia. Dalam situasi seperti itu, pengelolaan tenaga pemain menjadi aspek kunci agar performa tim tidak menurun drastis.
Sejumlah analis sepak bola mengapresiasi langkah Hodak yang mengutamakan manajemen cedera dan kebugaran pemain. Mereka menilai keputusan ini mencerminkan pendekatan profesional dengan mempertimbangkan kapasitas fisik pemain menghadapi jadwal padat liga dan kompetisi kontinental.
Respons suporter sendiri bervariasi. Sebagian netizen memahami keputusan pelatih dan menyampaikan dukungan agar Kurzawa tetap fit untuk laga-laga penting berikutnya, sementara lainnya berharap agar pemain berpengalaman ini cepat kembali memperkuat pertahanan Persib.
Persib pun kini tengah mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya, yaitu laga pekan ke-23 Super League melawan Madura United. Kabar terbaru menyebut Kurzawa dipersiapkan kembali untuk pertandingan tersebut, setelah masa istirahatnya dinilai cukup untuk pemulihan.
Pelatih Hodak pun menegaskan bahwa tim akan memastikan setiap pemain turun dalam kondisi terbaik mereka. “Kami tidak ingin memaksakan pemain jika risiko cederanya tinggi,” tandasnya menjelang pertandingan penting berikutnya di kandang sendiri.
Dengan pendekatan yang lebih hati-hati seperti ini, Persib berharap dapat mempertahankan performa konsisten di papan atas klasemen dan memaksimalkan kekuatan skuad meski tengah menghadapi jadwal yang menantang.(*)
