Pesta Pernikahan Berubah Jadi Tragedi, Iran Janji Balas Serangan yang Dituduhkan ke AS

by

Jakarta, Semangatnews.com – Sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran berubah menjadi tragedi setelah lokasi tersebut dilaporkan terkena serangan udara. Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat berada di balik serangan yang menewaskan dan melukai puluhan orang tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Kuhestak, wilayah Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, pada Selasa malam. Saat kejadian, warga tengah berkumpul dalam sebuah pesta pernikahan sebelum serangan menghantam area tersebut.

Pihak berwenang Iran awalnya melaporkan empat orang meninggal dunia dan 68 lainnya terluka. Korban disebut termasuk seorang anak, sehingga insiden tersebut memicu kecaman keras dari pemerintah Iran.

Sehari setelah kejadian, laporan mengenai jumlah korban kembali berubah. Media pemerintah Iran menyebut sedikitnya lima orang telah meninggal dunia, sementara hampir 70 orang lainnya mengalami luka akibat serangan tersebut.

Iran kemudian menuduh serangan tersebut sebagai tindakan yang menyasar warga sipil. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan serangan itu merupakan kejahatan perang dan memperingatkan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam atas tindakan tersebut.

Pernyataan keras juga datang dari pimpinan IRGC. Korps Garda Revolusi Iran menyatakan akan melakukan pembalasan atas serangan yang menyebabkan jatuhnya korban di acara pernikahan tersebut.

Sikap Iran tersebut menambah panjang daftar aksi saling serang antara Teheran dan Washington. Dalam beberapa hari terakhir, Iran telah melakukan serangan terhadap sejumlah aset militer Amerika di Timur Tengah setelah sebelumnya Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target-target di Iran.

IRGC sebelumnya menyatakan telah menyerang barak Marinir Amerika Serikat di Yordania dengan rudal balistik. Iran menyebut serangan itu sebagai tindakan balasan terhadap serangan AS yang mengenai pesta pernikahan di Sirik.

Namun, Washington tidak mengakui bahwa pihaknya sengaja menyerang pesta pernikahan tersebut. CENTCOM menegaskan militer AS tidak pernah menjadikan warga sipil sebagai target, sementara pemerintahan Presiden Donald Trump menghadapi tekanan untuk menjelaskan bagaimana serangan itu bisa terjadi.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan pemerintah Amerika sedang melakukan penyelidikan. Hasil investigasi tersebut diharapkan dapat menjelaskan apakah serangan memang mengenai lokasi pesta pernikahan dan bagaimana insiden tersebut bisa terjadi di tengah operasi militer AS.

Ancaman pembalasan Iran kini menambah kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan. Dengan kedua pihak terus melancarkan serangan dan memperkeras pernyataan masing-masing, insiden di Kuhestak berpotensi menjadi pemicu baru dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Timur Tengah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.