Pidato Prabowo di DPR Bikin Rupiah Menguat, Pasar Mulai Tunjukkan Optimisme

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan usai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rapat paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026. Pasar merespons positif sejumlah pernyataan pemerintah terkait arah kebijakan ekonomi nasional.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah sempat bergerak ke level Rp17.710 per dolar Amerika Serikat pada sesi perdagangan pagi. Posisi tersebut dinilai lebih baik dibanding tekanan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi di tengah perhatian besar pelaku pasar terhadap pidato Presiden mengenai strategi fiskal dan pengelolaan sumber daya alam nasional. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan target defisit fiskal 2027 berada di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen terhadap produk domestik bruto. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,8 hingga 6,5 persen.

Selain menyampaikan arah fiskal, Presiden juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan alam Indonesia secara lebih optimal. Ia menegaskan sumber daya alam nasional harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.

Pidato tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi investor karena pemerintah dianggap mulai memberikan kepastian arah kebijakan ekonomi jangka menengah. Pelaku pasar sebelumnya sempat khawatir terhadap tekanan pada rupiah dan pasar saham domestik.

Beberapa hari terakhir nilai tukar rupiah memang sempat melemah hingga menembus level Rp17.600 per dolar AS. Kondisi tersebut memicu perhatian luas dari pelaku industri dan pengamat ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi aman. Pernyataan itu turut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.

Analis menilai penguatan rupiah kali ini masih bersifat terbatas karena pasar tetap mencermati perkembangan global, termasuk konflik geopolitik dan kebijakan suku bunga internasional. Namun pidato Presiden dianggap mampu memperbaiki sentimen jangka pendek.

Selain rupiah, investor juga mulai memperhatikan potensi perubahan kebijakan perdagangan dan pengelolaan komoditas nasional yang sedang disiapkan pemerintah. Kebijakan tersebut diperkirakan akan memengaruhi arus investasi ke Indonesia.

Pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga di tengah tantangan global yang masih berlangsung. Penguatan rupiah setelah pidato Presiden menjadi salah satu sinyal awal meningkatnya optimisme pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.