Pojok Hamka Gudang Ilmu dan Pelepas Rindu Para Pengagum Buya

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – MENOLEH ke kiri, selepas melangkahkan kaki dari pintu masuk Perpustakaan Daerah Kota Padang Panjang, sebuah rak buku tinggi melingkar, menyuguhkan karya-karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Semuanya terpajang rapi dan menarik hati. Inilah Pojok Hamka, gudang ilmu dan pelepas rindu bagi penggemar ulama besar dan sastrawan terkenal di Nusantara itu.

Karya-karya reliji seperti Tafsir Alzhar, Tasawuf Modern, dan karya sastra Tenggelamnnya Kapal Van der Wijck dapat ditemukan di sini. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Alvi Sena, ST, MT mengatakan, ada sekitar 70 persen karya Buya Hamka yang bisa ditemukan di Pojok Hamka ini.

Baca Juga:  Payakumbuh Mengumumkan, Satu Orang Meninggal Dunia Dan Sepuluh Terkonfirmasi Positif Covid-19

“Sekitar 30 persen lainnya kebanyakan buku lama yang tidak diterbitkan. Buku yang sedang dicari. Seperti terbitan awal yang berjudul Si Sabariah. Ini adalah tulisan pertama Buya Hamka. Memang sudah ada yang dijual di pasaran, tapi edisi yang sudah direvisi dengan cover baru,” katanya saat ditemui, Selasa (13/4).

Pojok Hamka, ungkap Alvi Sena, ialah salah satu unggulan perpustakaan daerah yang dipimpinnya. Menjadi tempat yang akan diekspose setiap ada kunjungan edukasi. “Baru-baru ini datang dari DPRD Kampar. Mereka tertarik sekali dengan pojok Hamka,” tuturnya.

Baca Juga:  Giatkan Literasi, PKK Silaing Atas Adakan Pertemuan di Batu Limo

Karya Buya Hamka yang cukup diminati masyarakat menjadi salah satu alasaan didirikannya Pojok Hamka pada akhir tahun 2019 silam. Kemudian sebagai titik tujuan wisata, lantaran Padang Panjang dahulunya kerap dikunjungi wisatawan yang tergabung dalam Komunitas Jejak Hamka dari Malaysia