Jakarta, Semangatnews.com – Dunia kesultanan dan budaya Jawa dikejutkan dengan kabar berpulangnya Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, yang meninggal dunia pada Minggu pagi setelah berjuang melawan kondisi kesehatan yang memburuk.
Pakubuwono XIII tutup usia di Rumah Sakit Indriati, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada pukul 07.30 WIB. Beliau wafat pada umur 77 tahun, meninggalkan warisan panjang sebagai pemimpin adat dan simbol budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Keluarga Keraton memaparkan bahwa Raja mulai mendapatkan perawatan intensif sejak September lalu akibat berbagai komplikasi kesehatan, termasuk tekanan gula darah tinggi dan faktor usia yang lanjut.
Pihak keluarga dan keraton segera menggelar rapat adat untuk menentukan prosesi pengembalian jenazah dan tata upacara pemakaman sesuai tradisi Jawa. Diumumkan bahwa pemakaman akan dilaksanakan pada hari Rabu mendatang.
Prosesi adat ini akan melalui ritual sakral dan dihadiri oleh para abdi keraton serta pejabat pemerintahan daerah. Keraton menegaskan bahwa upacara akan tetap mempertahankan nilai leluhur tanpa mengurangi adab keistimewaan sebagai susuhunan.
Sebelum meninggal, Pakubuwono XIII telah memimpin keraton sejak 2004 dengan berbagai dinamika — mulai dari pelestarian budaya, program keraton terbuka untuk turisme, hingga penguatan fungsi adat dalam masyarakat modern.
Di tengah suasana duka, keraton juga menyampaikan pesan agar masyarakat tetap menghormati waktu dan proses adat yang akan berjalan. Turis dan pengunjung keraton diminta menghormati keheningan dan tata tertib selama masa berkabung.
Walikota serta pejabat provinsi menyampaikan belasungkawa dan penghormatan kepada almarhum. Mereka menegaskan bahwa kehadiran Pakubuwono XIII selama puluhan tahun telah memberi kontribusi nyata bagi promosi budaya Jawa dan pariwisata Surakarta.
Meninggalnya Raja Surakarta ini menandai babak baru bagi keraton — baik dalam regenerasi kepemimpinan maupun konservasi warisan budaya yang semakin kompleks di era modern. Pergantian susuhunan akan menjadi sorotan nasional maupun internasional.
Meski duka mendalam menyelimuti keluarga keraton, publik menerima kabar ini sebagai panggilan untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai luhur yang dibawa oleh almarhum. Semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya dan segala warisan budaya keraton terus dikenang.(*)
