Jakarta, Semangatnews.com – Suasana khidmat menyelimuti lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat kehadiran Gibran Rakabuming Raka-Wakil Presiden Republik Indonesia-di tengah duka keraton. Gibran menyempatkan diri melayat dan kemudian menggelar rapat tertutup dengan keluarga almarhum Raja Pakubuwono XIII.
Pertemuan berlangsung di ruang khusus keraton pada Minggu malam. Gibran datang disertai sejumlah pejabat daerah, menyampaikan belasungkawa secara pribadi kepada kerabat keraton sambil menyimak paparan keluarga mengenai prosesi pemakaman dan pengamanan.
Dalam rapat tersebut, keluarga keraton memaparkan rencana protokol adat mulai dari kirab, prosesi pemakaman, hingga pengaturan lalu lintas dan keamanan di area Solo. Gibran mendengarkan dengan seksama dan memberikan jaminan dukungan logistik dari pemerintah daerah dan pusat.
Petinggi keraton menyampaikan bahwa almarhum Raja Pakubuwono XIII telah meninggalkan banyak warisan budaya, dan bahwa upacara pemakaman akan menjadi momen besar bagi masyarakat Jawa dan masyarakat Surakarta pada khususnya. Gibran menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga kelancaran tradisi tersebut.
Wakil Presiden juga menyinggung pentingnya koordinasi antara keraton, aparat keamanan, dan pemerintah daerah agar acara dignitas tinggi ini berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas warga. Rapat berlangsung kurang lebih satu jam dengan suasana penuh hormat.
Kehadiran Gibran mendapat sambutan hangat dari keluarga keraton yang menyebut bahwa perhatian pemerintah pusat di masa duka ini sangat berarti. Masyarakat pun menyaksikan bahwa keraton dan negara berjalan berdampingan dalam menghadapi peristiwa bersejarah ini.
Sebelumnya, prosesi persemayaman jenazah telah dilakukan secara internal keraton dengan sakral. Kini, dengan rapat bersama wilayah pemerintahan, dipastikan bahwa acara pemakaman yang akan digelar Rabu nanti akan mendapat pengawalan penuh serta penyelenggaraan yang tertata.
Masyarakat tulus turut berduka dan banyak warga Solo datang ke keraton untuk memberi penghormatan terakhir. Gibran meminta agar seluruh kegiatan berlangsung tanpa gangguan dan tetap menghormati adat yang dijalankan keluarga keraton.
Kota Solo pun mempersiapkan fasilitas transportasi dan jalur alternatif agar warga yang ingin memberi penghormatan bisa datang dengan tertib. Rapat tadi malam diharapkan menjadi titik awal sinergi antara keraton dan pemerintah daerah dalam pengamanan dan penyelenggaraan acara.
Dengan pertemuan ini, keraton menegaskan bahwa meskipun berada di masa berduka, tradisi dan penghormatan terhadap budaya tetap menjadi prioritas. Gibran dengan hadirnya menunjukkan bahwa negara juga hadir di tengah tradisi lokal yang sangat penting bagi identitas masyarakat.(*)
