Rachland Nasidik, Politikus Partai Demokrat yang Mengaku Akun Twitternya Sempat Diretas, Diduga karena Sering Kritik Pemerintah

oleh -
Rachland Nasidik
Rachland Nasidik

SEMANGATNEWS.COM – Politikus Partai Demokrat, Rachland Nasidik tiba-tiba menjadi perbincangan publik lantaran akun Twitternya yang dibajak. Diduga peretasan karena menghina pemerintah dan kepala negara.

Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief.

“Hallo @TwitterID, mohon perhatiannya, akun Rachlan Nashidik @rachlannashidik baru saja dicuri dan di rename. Kasus ini bisa menimpa siapapun. Mohon @TwitterID, bantu dikembalikan kembali akun itu atas nama yang bersangkutan,” tulis Andi Arief dalam cuitannya dikutip Semangatnews.com, Senin (9/8/2021).

Dalam cuitan lainnya, terlihat Andi Arief menampilkan screenshot foto dan cuitan dengan kalimat “Pelaku pencurian berupa membuat akun baru atas nama Rachlan Nashidik. Terlihat dari bergabung di Twitter Agustus 2021”.

Baca Juga:  73,8 Juta Orang Indonesia Sudah Divaksin COVID-19, Lebih dari Sepertiga Sasaran

Hasil penelusuran, nama pengguna Twitter Rachland berubah menjadi @LeonardoColli_ dan sempat di-rename beberapa kali.

Di sana juga dituliskan biografi Rachland sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Konstuitusionalisme, Hak Asasi Manusia dan Kebebasan fundamental.

Sementara itu, Rachland mengaku akun Twitter miliknya tak bisa diakses sejak Minggu (8/8/2021).

Dirinya tidak tahu siapa orang mengetahui orang yang membajak akun miliknya tersebut. Dia menduga kuat, para peretas akunnya adalah yang tidak suka dengan cuitannya yang kerap kali mengkritik pemerintah.

Baca Juga:  Mahendra Siregar: GTF Leaders Summit Asia Jadi Konferensi Internasional Pertama di Asia

“Saya tidak tahu pihak yang bertanggung jawab terhadap perbuatan anti-demokrasi ini. Yang pasti kemungkinan besar (mereka) tidak suka dengan cuitan saya yang melancarkan kritik terhadap pemerintah, khususnya dalam penanganan Covid-19 yang menimbulkan banyak korban jiwa,” katanya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.