Ridwan Dt. Tumbijo : Menado Kota Yang Tidak Terpisahkan Dari Sejarah Tokoh-Tokoh Pejuang Sumbar

by -
Anggota DPRD Prov Sumbar Ridwan Dt Tumbijo dan rombongan diterima Kepala Dinas Kebudayaan Sulut Yorry Rommy Lesawegen di ruang kerja, Rabu (13 Mei 2026)

semangatnews.com, Menado – Kota Menado merupakan salah satu kota bagian yang tidak terpisahkan dengan para perjuang tokoh-tokoh ranah minang Sumatera Barat terhadap perlawanan rakyat kepada kolonial Hindia Belanda, seperti perang Padri tahun 1803-1833 Tuangku Imam Bonjol, perang Balesting Manggopoh tahun 1908 Rasyid Bagindo Magek dan mungkin banyak tokoh pejuang dari Sumatera Barat yang dibuang Belanda ke daerah ini.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ridwan Dt Tumbijo ketika memberikan sambutan pada pertemuan silaturrahi dengan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan rombongan, Rabu (13 Mei 2026).

Anggota DPRD Sumbar juga menyampai, begitu juga kali ini kami berkunjung dalam rangka menelusuri jejak-jejak tokoh Rasyid Bagindo Magek salah seorang tokoh penting pejuang perang Manggopoh dari 17 pejuang yang berhasil menaklukan dan menewaskan komandan dan pasukan di maskas Belanda di Manggopoh pada setiap tanggal 15 Juni 1908 menjadi momentum peringatan setiap tahunya.

“Peristiwa heroik ini selalu kita peringati setiap tahun di Nagari Manggopoh, sebagai menanamkan nilai-nilai kejuangan, cinta tanah air dan melestarikan budaya jatidiri bangsa, sebagai bangsa tak menolak penjajahan kepada masyarakat dan generasi muda. Siti Manggopoh merupakan simbol pejuang perempuan tangguh, Srikandi Manggopoh dan Ranah Minang Sumatera Barat,” ujar Ridwan.

Ridwan juga menambahkan, kami saat ini bersama sedang melakukan kajian, analisis data penelusuran sejarah oleh tim peneliti bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, jika nanti semuannya tuntas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kami ingin makam tokoh pejuang Syih Shik Bagindo Magek (Rasyid Bagindo Magek) dapat dijadikan situs cagar budaya sejarah di Menado.

“Sesuai aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan RI Harapan ini tertumpang harapan kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut dapat mengusulkannya, diketahui bahwa syahnya usulan situs cagar budaya dimulai dari daerah dimana situs itu berada,” pintanya.

Pusaro makam Syek Shik Bagindo Magek dan anak laki-lakinya Syih Abdul Malik Baginda Maraganti, diperkuburan kampung Islam Menado, Kamis (14 Mei 2026)

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut, Yorry Rommy Lesawengen, M.Tr.AP juga dalam kesempatan menyampaikan, menyambut baik hal-hal dilakukan Anggota DPRD dan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, apalagi ini merupakan upaya melestarikan nilai-nilai bersejarah perjuangan bangsa perintis kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai.

“Kita akan tindak lanjut sesuai aturan dalam penetapan Situs Cagar Budaya makam Syek Shik Bagindo Magek, setelah syarat-syarat telah terpenuhi dengan baik. Kita percaya para pejuang berbagai daerah lain di Indonesia hampir selalu dibuang ke Menado dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Yorry juga mengatakan, kami pemerintah provinsi Sulut sedang berkemas-kemas meningkatkan aktifitas kebudayaan, museum, taman budaya dan fasilitas lainnya dalam peningkatan serta memajukan kegiatan kebudayaan sebagai menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya sebagai jatidiri bangsa.

“Beberapa hari ini kami sedang bersiap untuk peremian gedung museum provinsi Sulawesi Utama, yang direncana diresmikan oleh Menteri Kebudayaan RI, namun karena pak Menteri sedang ada dinas mendadak tentang kebudayaan dunia di Italia, maka peresmian kami undur menyesuaikan jadwal pak Menteri,” jelasnya.

Anggota DPRD Sumbar Ridwan Dt Tumbijo dan rombongan berkesempatan ziarah di makam Syih Shik Bagindo Magek, Kamis (14 Mei 2026)

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kabid Jarahnitra Zardi Syahrir, SH.MM dalam kesempatan itu menyampaikan, kegiatan penelusuran sejarah Perang Belasting Siti Manggopoh ini merupakan program dinas kebudayaan Sumbar tahun 2026 dalam rangka menjaga dan memastikan nilai-nilai perjuangan sejarah itu nyata, baik dari sisi bukti maupun dari himpunan penelitian dalam analisis kajian yang jelas.

“Kita melibatkan para peneliti Sumbar yang telah mempuni dalam penulisan buku sejarah. Dan nanti juga akan dilakukan Forum Group Diskusi untuk penyempurnaan dan menambah wahana yang lebih luas dari berbagai sudut pandang berdasarkan masukan dari hasil FGD tersebut. Kita juga akan melaunchingnya di akhir tahun,”katanya. (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.