Rupiah Perkasa di Tengah Tekanan Asia, Jadi Salah Satu Mata Uang yang Menguat

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa mengejutkan pada awal pekan ini dengan berhasil menguat di tengah tekanan yang melanda mayoritas mata uang Asia.

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, sebagian besar mata uang Asia justru melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin, 20 April 2026.

Di tengah kondisi tersebut, rupiah justru masuk dalam jajaran mata uang yang mampu bertahan dan bahkan menguat, berlawanan dengan tren regional.

Data pasar menunjukkan bahwa sejumlah mata uang Asia seperti won Korea Selatan, baht Thailand, hingga rupee India mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Won Korea bahkan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, diikuti oleh mata uang negara lain yang juga tertekan oleh penguatan dolar global.

Sementara itu, rupiah bersama beberapa mata uang lain seperti dolar Taiwan dan peso Filipina berhasil mencatatkan penguatan terbatas.

Penguatan rupiah ini didorong oleh masuknya aliran dana asing ke pasar keuangan domestik, yang meningkatkan permintaan terhadap mata uang Indonesia.

Selain itu, persepsi risiko terhadap aset Indonesia dinilai mulai membaik, sehingga menarik minat investor global untuk kembali masuk.

Kondisi ini menjadi angin segar setelah sebelumnya rupiah sempat mengalami tekanan hebat bahkan menyentuh level terlemah dalam beberapa waktu terakhir.

Analis menilai penguatan rupiah saat ini masih rentan terhadap dinamika global, terutama pergerakan dolar AS dan tensi geopolitik internasional.

Meski demikian, performa rupiah yang mampu menguat di tengah tekanan regional menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.