Jakarta, Semangatnews.com – Sebuah kapal tanker bermuatan gas minyak bumi cair atau LPG dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dan kini tengah menuju Indonesia.
Informasi ini menjadi kabar positif di tengah situasi geopolitik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur vital perdagangan energi dunia tersebut.
Berdasarkan data perusahaan analisis pelayaran Kpler, lebih dari 20 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026.
Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sejak awal Maret 2026, ketika konflik di kawasan sempat membuat aktivitas pelayaran nyaris terhenti.
Salah satu kapal yang mencuri perhatian adalah tanker LPG berbendera Panama bernama Crave yang membawa muatan dari Uni Emirat Arab menuju Indonesia.
Keberhasilan kapal tersebut melintas menunjukkan adanya perbaikan situasi keamanan, meskipun risiko di kawasan masih cukup tinggi.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, sehingga setiap gangguan akan berdampak global.
Sebelumnya, konflik antara Iran dan Amerika Serikat sempat membuat jalur ini ditutup dan menyebabkan banyak kapal tertahan.
Bahkan, beberapa kapal tanker milik Indonesia dilaporkan belum bisa melintas sejak awal Maret akibat meningkatnya risiko keamanan di wilayah tersebut.
Dengan mulai kembali terbukanya jalur pelayaran, pasokan energi ke berbagai negara termasuk Indonesia diharapkan dapat kembali stabil.
Meski demikian, para pelaku industri energi tetap diminta waspada terhadap potensi gangguan yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu.(*)

