Rusia-China Kian Solid, Poros Penyeimbang Baru Tantang Dominasi Barat

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Hubungan strategis antara Rusia dan China semakin menunjukkan kekuatan besar dalam percaturan geopolitik dunia. Kedua negara kini dinilai menjadi poros penyeimbang utama terhadap dominasi Amerika Serikat dan sekutu Barat di berbagai kawasan internasional.

Pertemuan terbaru Presiden Vladimir Putin dan Presiden Xi Jinping di Beijing memperlihatkan semakin eratnya koordinasi politik dan ekonomi kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Rusia dan China kembali menegaskan komitmen membangun tatanan dunia multipolar.

Kedua negara juga menyoroti pentingnya reformasi tata kelola global yang selama ini dianggap terlalu didominasi negara-negara Barat. Beijing dan Moskwa ingin memperkuat pengaruh negara berkembang dalam pengambilan keputusan internasional.

Kerja sama Rusia dan China berkembang pesat sejak pecahnya perang Ukraina dan meningkatnya rivalitas global dengan Amerika Serikat. China menjadi salah satu mitra ekonomi terpenting Rusia ketika Moskwa menghadapi sanksi besar dari Barat.

Di sektor energi, Rusia terus memperluas ekspor minyak dan gas ke China untuk menggantikan pasar Eropa yang mulai berkurang. Sebaliknya, China memperoleh keuntungan berupa pasokan energi besar dengan harga yang lebih kompetitif.

Selain ekonomi, hubungan militer kedua negara juga semakin intensif. Laporan intelijen Eropa bahkan menyebut tentara China pernah menjalani pelatihan militer bersama Rusia untuk mempelajari strategi perang modern dan sistem pertahanan udara.

Meski tampak semakin solid, para analis menilai hubungan Rusia dan China tetap dibangun atas dasar kepentingan pragmatis, bukan aliansi penuh seperti NATO. China disebut masih berhati-hati agar tidak terlalu bergantung pada Rusia.

Beijing juga tetap menjaga hubungan dagang dengan Eropa dan negara Barat demi mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Karena itu, China berusaha menyeimbangkan dukungan terhadap Rusia tanpa memicu sanksi internasional yang lebih besar.

Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan ketegangan AS-Iran, Rusia dan China semakin sering mengambil posisi serupa dalam berbagai forum internasional. Kedua negara sama-sama menolak dominasi tunggal Amerika Serikat dalam politik global.

Kekuatan gabungan Rusia dan China kini dianggap menjadi faktor penting dalam perubahan peta geopolitik dunia. Kombinasi kekuatan militer Rusia dan kekuatan ekonomi China membuat keduanya menjadi tandem strategis yang diperhitungkan banyak negara.

Meski hubungan keduanya masih memiliki batas kepentingan masing-masing, poros Rusia-China diperkirakan akan terus memainkan peran besar dalam membentuk keseimbangan kekuatan global beberapa tahun ke depan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.