Saat Api Merenggut Rumah Warga, Pemerintah Kabupaten Sawahlunto Datang Membawa Harapan

by -
Saat Api Merenggut Rumah Warga, Pemerintah Kabupaten Sawahlunto Datang Membawa Harapan
Saat Api Merenggut Rumah Warga, Pemerintah Kabupaten Sawahlunto Datang Membawa Harapan

SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM — Menjelang fajar, ketika sebagian besar warga masih terlelap, kobaran api mengubah suasana tenang di Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, menjadi kepanikan. Dalam hitungan jam, lima rumah dan dua warung rata dengan tanah. Barang-barang yang selama bertahun-tahun dikumpulkan lenyap, menyisakan puing, abu, dan duka.

Di salah satu rumah yang terbakar, rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) juga ikut merasakan getirnya musibah. Tempat yang semula menjadi ruang belajar dan mengabdi kepada masyarakat mendadak berubah menjadi saksi bisu amukan si jago merah.
Namun, di tengah kepulan asap yang belum sepenuhnya hilang, secercah harapan mulai datang.

Atas nama Wali Kota Sawahlunto, Sekretaris Daerah Rovanly Abdams tiba di lokasi kebakaran, Selasa (28/7/2026), memastikan para korban tidak menghadapi bencana itu sendirian. Pemerintah Kota Sawahlunto bergerak cepat setelah proses pemadaman selesai dilakukan oleh petugas Damkar.

Bantuan tanggap darurat langsung disalurkan, mulai dari matras, selimut, family kit, pakaian, hingga makanan siap saji. Tidak hanya itu, setiap kepala keluarga yang rumahnya terdampak menerima bantuan tunai sebesar Rp5 juta serta paket sembako untuk menopang kebutuhan selama masa pemulihan.

Namun kehilangan akibat kebakaran bukan hanya soal rumah dan harta benda. Dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga pun ikut dilalap api. Menyadari hal itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bergerak tanpa menunggu warga datang mengurus. Dokumen pengganti diterbitkan dan diantarkan langsung agar para korban tetap bisa mengakses layanan publik dan bantuan pemerintah.

Bagi Rovanly Abdams, tugas pemerintah tidak selesai ketika bantuan diserahkan. Ia meminta seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa terus mendampingi warga, mendata setiap kebutuhan, serta mengawal proses pemulihan hingga masyarakat benar-benar dapat bangkit kembali.

Di atas puing-puing rumah yang hangus, warga memang masih harus memulai segalanya dari awal. Tetapi kehadiran pemerintah yang cepat, pelayanan yang tidak berbelit, dan gotong royong berbagai pihak menjadi pengingat bahwa musibah tidak harus dihadapi seorang diri.

Api boleh melahap bangunan, tetapi tidak boleh memadamkan harapan. Di Sikalang, harapan itu hadir melalui uluran tangan yang datang lebih cepat daripada rasa putus asa. Bagi para korban, bantuan bukan sekadar logistik atau uang tunai, melainkan pesan sederhana bahwa mereka tidak ditinggalkan saat cobaan datang. (Nova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.