Sapaan di Rel: Prabowo Subianto Sambangi Ojol & Anker Setelah Grand Opening Stasiun Tanah Abang Baru

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Usai meresmikan gedung baru Stasiun Tanah Abang Baru pada Selasa pagi, Presiden Prabowo Subianto memilih untuk tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan menyempatkan diri berbincang dan menyapa para pengguna KRL serta pengemudi ojek daring (ojol) di kawasan sekitar stasiun.

Momen ini terekam ketika Prabowo menyalami satu per satu penumpang yang turun dari kereta, sambil berdialog singkat tentang perjalanan mereka. Suasana berlangsung hangat dan spontan, mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakatnya.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyapa pengemudi ojek daring yang sedang menunggu penumpang di area drop-off, memberikan apresiasi atas peran mereka sebagai bagian dari ekosistem transportasi perkotaan.

Upaya pembangunan stasiun ini sendiri sudah dimulai sejak April 2023 sebagai bagian dari solusi untuk menanggulangi kepadatan pengguna KRL di kawasan Tanah Abang, yang terus meningkat setiap tahun.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memberikan anggaran besar guna pengembangan transportasi kereta api nasional sebagai bagian dari transformasi mobilitas di ibu kota dan sekitarnya.

Para pengguna KRL dan pengemudi ojol yang turut menyaksikan tampak antusias. Banyak di antara mereka yang memberikan salam balik dan mengajak foto bersama, menciptakan nuansa kekeluargaan di tengah hiruk pikuk stasiun.

Para petugas stasiun yang hadir juga mengungkapkan bahwa pembangunan gedung baru ini akan menghadirkan fasilitas lebih baik, seperti area tunggu yang lebih luas, akses tangga eskalator, serta jaringan sinyal yang lebih stabil untuk kenyamanan penumpang.

Meskipun demikian, beberapa pengguna menyebut bahwa meski gedung baru sudah diresmikan, tantangan seperti kemacetan di pintu keluar dan penumpukan ojol saat jam sibuk masih perlu diatasi.

Pengemudi ojol yang sempat disapa Prabowo mengaku merasa senang karena dianggap bagian dari sistem transportasi arus utama dan berharap ke depan koordinasi antara stasiun dan layanan ojol bisa lebih baik.

Sementara itu, warga sekitar stasiun berharap perubahan ini juga membawa dampak positif terhadap lingkungan sekitar—misalnya penataan trotoar, akses pejalan kaki, dan pengaturan kendaraan bermotor yang lebih tertib.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan operator kereta api menyatakan akan terus memantau implementasi operasional stasiun baru ini selama beberapa minggu ke depan untuk memastikan semua fasilitas berjalan sesuai rencana.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.