Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa bangganya terhadap kemajuan sistem kereta api di Indonesia saat berkunjung ke kawasan transportasi publik di ibu kota. Ia menuturkan bahwa banyak warga negara asing (WNA) yang terlihat kaget ketika menggunakan kereta di Indonesia dan membandingkannya dengan pengalaman mereka di luar negeri.
Pada kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertanya langsung kepada pengguna kereta—apakah mereka merasa nyaman dengan kondisi terkini. “Bagus nggak? Bagus, Pak. Dulu padat sekali, sekarang agak lumayan. Nyaman dan sebagainya,” ujar Prabowo mengutip percakapannya.
Lebih lanjut, Presiden menyebut bahwa sejumlah WNA yang datang ke Indonesia terkejut melihat sistem kereta nasional yang semakin modern. “Saya kira benar itu. Dan saya lihat banyak sekali warga negara asing datang kaget di Indonesia. Lihat sistem kereta api kita… Kaget,” katanya.
Menurut Prabowo, meskipun masih terdapat kekurangan, prestasi yang telah dicapai semestinya menjadi sumber kebanggaan. Ia menegaskan bahwa kereta api di Tanah Air kini bersih, nyaman, dan bisa disejajarkan dengan standar Eropa. “Ini kereta api bersih. Ini kereta api nyaman. Tidak kalah sama Eropa,” ucapnya.
Prabowo juga mengingat pengalamannya ketika muda yang sempat menjelajah Eropa dan naik kereta api di sana. Ia menyampaikan bahwa Indonesia kini mempunyai potensi untuk menghadirkan sistem kereta yang serupa di seluruh wilayah nusantara.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tantangan masih banyak. Ia meminta agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan semua pihak terkait tidak cepat merasa puas. “Masih banyak kekurangan,” tegasnya.
Dalam konteks pengembangan transportasi massal, Prabowo menekankan bahwa tujuan pembangunan bukan sekadar untuk menciptakan infrastruktur baru, melainkan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi masyarakat.
Para pengguna kereta yang ditemui juga mengakui adanya peningkatan signifikan dibanding beberapa tahun lalu. Namun, beberapa menyebut bahwa waktu sibuk masih menimbulkan kepadatan, serta akses ke beberapa stasiun belum maksimal.
Lingkungan sekitar stasiun dan jalur kereta pun mulai dirasakan dampak positifnya oleh warga. Akses trotoar lebih baik, transportasi umum terkoneksi, dan kehadiran kereta modern dianggap sebagai bagian dari perubahan urban yang lebih nyaman.
Ke depan, pemerintah dan operator KAI akan melakukan evaluasi rutin terhadap operasional kereta api serta fasilitas pendukungnya untuk memastikan bahwa seluruh wilayah Indonesia dapat merasakan layanan setara. Dengan demikian, impian untuk menjadikan kereta api sebagai tulang punggung mobilitas nasional semakin nyata.(*)
