Padang Panjang, Semangatnews.com – Peringatan satu abad Gempa Padang Panjang 1926 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Padang Panjang untuk memperkuat budaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai unsur, pemerintah mendorong lahirnya langkah-langkah strategis dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
Kegiatan yang mengangkat tema peran masjid dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana tersebut berlangsung di Balai Kota dan dihadiri berbagai tokoh pemerintahan, akademisi, organisasi masyarakat, serta pemuka agama.
Wali Kota Hendri Arnis mengatakan bahwa sejarah bencana besar yang pernah melanda Padang Panjang harus menjadi pelajaran berharga bagi generasi saat ini.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak dapat dibangun hanya ketika bencana terjadi, melainkan harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sebagai daerah yang berada di kawasan rawan gempa dan bencana alam lainnya, Padang Panjang membutuhkan sistem mitigasi yang kuat dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah menilai penguatan edukasi kebencanaan menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko yang mungkin dihadapi.
Melalui kegiatan diskusi tersebut, berbagai pihak diajak untuk menyumbangkan gagasan dan pengalaman dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih efektif.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan komunitas kebencanaan.
Hendri menegaskan bahwa ketangguhan sebuah daerah dalam menghadapi bencana sangat bergantung pada tingkat kesadaran dan kesiapan masyarakatnya.
Karena itu, berbagai program edukasi dan sosialisasi akan terus diperkuat agar pengetahuan mengenai mitigasi bencana dapat menjangkau seluruh lapisan warga.
Pemerintah berharap semangat memperingati satu abad Gempa Padang Panjang tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi awal lahirnya gerakan bersama dalam membangun kota yang lebih tangguh.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Padang Panjang optimistis mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman kebencanaan di masa mendatang.(eti)

