Sawahlunto Timbang Realitas Anggaran, Ambisi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar Dikaji Ulang

by -
Sawahlunto Timbang Realitas Anggaran, Ambisi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar Dikaji Ulang
Sawahlunto Timbang Realitas Anggaran, Ambisi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar Dikaji Ulang

SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM – Semangat untuk mengibarkan panji olahraga di Kota Tambang tak pernah redup. Namun kali ini, idealisme harus duduk berdampingan dengan kalkulasi fiskal.

Itulah yang mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, dengan Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, terkait rencana Sawahlunto menjadi calon tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung 2 Oktober 2026.

Audiensi yang digelar Selasa (3/3/2026) di Rumah Dinas Wali Kota itu berlangsung hangat namun penuh kehati-hatian. Di balik antusiasme awal untuk menjadi penyelenggara belasan cabang olahraga (cabor), muncul dinamika baru yang menuntut kajian mendalam.

H. Jhon Reflita mengungkapkan bahwa pengajuan Sawahlunto sebagai tuan rumah menghadapi tantangan baru akibat ketentuan tambahan yang membebankan tanggung jawab finansial lebih besar kepada daerah penyelenggara.

“Pengajuan Sawahlunto sebagai tuan rumah saat ini menemui kendala karena adanya dana tambahan yang dititikberatkan kepada tuan rumah. Hal ini mencakup operasional harian yang sangat detail seperti kebersihan, jamuan tamu pimpinan, hingga seremoni pembukaan dan penutupan di tingkat cabang olahraga,” ujarnya.

Tak hanya itu, kebutuhan anggaran juga mencakup penginapan wasit dan juri, transportasi lokal, layanan kesehatan, keamanan, hingga honorarium panitia lokal. Padahal sebelumnya beredar informasi adanya dana penyelenggaraan sebesar Rp200 juta per cabor yang dialokasikan untuk sarana prasarana dan pelaksanaan.

Menanggapi paparan tersebut, Riyanda Putra menegaskan pentingnya sikap realistis tanpa mengesampingkan semangat memajukan olahraga. Ia menyadari kondisi fiskal daerah saat ini masih terbatas. Karena itu, setiap pengeluaran harus dipastikan efektivitas dan dampaknya bagi masyarakat.

“Saat ini kita masih menunggu kepastian anggaran dari KONI Sumatera Barat dan pengprov masing-masing cabor bagi daerah yang mengajukan diri. Kami perlu kejelasan mengenai skema pendanaan bersama atau dana sharing dari Pemerintah Provinsi,” tegasnya.

Bagi pemerintah kota, prioritas utama adalah menjaga keseimbangan antara peningkatan prestasi atlet dan kesehatan keuangan daerah agar tidak menimbulkan defisit yang dapat mengganggu program pembangunan lainnya.

Jika dukungan dana dari provinsi tersedia, Sawahlunto menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah dengan skema berbagi pembiayaan. Namun jika seluruh beban finansial harus ditanggung sendiri, opsi yang dipertimbangkan adalah hanya mengambil satu atau dua cabor strategis yang fasilitasnya telah memadai.

Salah satu usulan yang mencuat adalah fokus pada cabang olahraga yang memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, seperti balap motor atau road race. Cabor ini dinilai mampu menghadirkan multiplier effect bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata.

Bagi KONI Sawahlunto, efektivitas anggaran menjadi kunci. Dana yang tersedia dinilai akan lebih optimal bila diarahkan untuk pembinaan atlet demi meraih prestasi maksimal, ketimbang terserap habis untuk operasional teknis penyelenggaraan dalam skala besar.

Hingga kini, keputusan final terkait keterlibatan Sawahlunto sebagai tuan rumah Porprov XVI belum diketok palu. Semua pihak masih menunggu hasil rapat koordinasi lanjutan di tingkat provinsi.

Di tengah semangat dan kehati-hatian, Sawahlunto tengah menimbang langkah terbaik: menjadi tuan rumah dengan dukungan yang proporsional, atau fokus pada strategi yang lebih realistis demi menjaga stabilitas fiskal dan prestasi olahraga tetap berjalan seiring. (Nova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.