Sebuah Catatan : SSRI-SMSR-SMKN 4 Padang, Sekolah Unik Bertalenta Tinggi Bidang Kebudayaan Senirupa dan Seni Karya di Tanah Air

oleh -
Saat kegiatan upacara sebelum adanya wabah pandemi covid 19 di Indonesia

SEMANGATNEWS.COM – Darman Moenir (alm) sastrawan terkemuka di Indonesia dari Sumatera Barat yang merupakan alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang seangkatan dengan Risman Marah, Darvis Rasyidin, Armansyah Nizar (Mangkutak Raun Sabalik versi karikatur Surat khabar Harian Haluan Padang dulu), Yose Rizal (gitaris Lime Stone), Misrawawati juga almarhum, , Hikmah Amin, Edy Sjarwan, Murniati, Reni Frizia, Army Yusuf, Nurhajati, Ruwaida, Sjafnir, Kartini Azis, Mastur, Mahzirwin dan Zainidan banyak lagi semasa hidupnya di sela-sela kegiatan rutinnya, masih menyisakan waktu untuk berdiskusi dan berdialog dengan keluarga besar sekolah SSRI/SMSR (SMKN 4) Padang guna melihat dari dekat almamaternya kedepan.

Artinya ide, tenaga dan pikiran Darman Moenir terus mengalir ke almamaternya guna memacu sekolah ini untuk terus berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Bahkan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler dan ulang tahun sekolah ini setiap ruang dan waktu, sastrawan kelahiran Sawah Tangah, Batusangkar 27 Juli  1952 ini tak segan-segan untuk melelang puluhan novel roman “Bako” karyanya untuk kemudian disumbangkan ke sekolah agar dapat dimanfaatkan keluarga besar sekolah sekedar membantu kegiatan almamaternya.

Menurut Darman Moenir semasa hidupnya, pendidikan seni bagaimanapun seperti dijalani murid-murid SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang sangat penting. Betapa tidak, dalam kehidupan sehari-hari, seni sering terlemahkan oleh berbagai intervensi kehidupan dengan kultur hedonistik, cendrung menjadikan manusia berpikir material dan mengabaikan bahkan melupakan kekuatan jiwa manusia. Karena itu dengan mempertajam pendidikan seni di tingkat sekolah menengah atas seperti di SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang ini, paling tidak peserta didik berpikir dan mengurangi persoalan daya serang intervensi, ujar Sekretaris Umum Alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang se Indonesia, Muharyadi pendidik yang juga alumni sekolah ini didampingi Kepala SMKN 4 Padang, Taharuddin dan Waka Humas, Desfitriani, menceritakan kembali pendapat dan pandangan Darman Moenir beberapa tahun silam di kampus SMKN 4 Cangkeh, Padang, Jumat (19/02).

Gubernur Irwan Prayitno bersama alm Darman Munir, Ardim, Firman Ismail, Risman Marah dan Muharyadi di suatu waktu lalu

Zardi Syahrir, salah seorang alumni SMSR Negeri Padang jurusan seni lukis tahun 1988 silam, di sela-sela kesibukannya sebagai Kabag Analisa Kebijakan dan Media Biro Humas Setdaprov Sumbar di kantor gubernur masih selalu meluangkan waktunya berkunjung ke almamaternya di kampus SMKN 4 Padang, Cangkeh Lubuk Begalung. Dalam suatu kesempatan ulang tahun sekolah ini beberapa tahun silam, Zardi Syahrir yang seangkatan dengan Zirwen Hazry, Metrizal Mechio, Alm. Indra Adek (pendiri semangatnews.com), Refnaldi, Asnul Bahri, Maryeni dan banyak lagi, menyebutkan, kehadiran SMKN 4 Padang dalam lembaga pendidikan setingkat SLTA di Sumatera Barat harus banyak melakukan terobosan-terobosan baru ditengah-tengah masyarakat.

Menurut Zardi Syahrir, SSRI/SMSR Negeri Padang dulu tamatannya sangat diperhitungkan kekaryaannya bahkan ada tamatannya selain keperguruan tinggi seni rupa, wiraswasta bidang seni rupa, menjadi seniman juga ada yang direkrut langsung oleh  Perum/Percetakan Uang Negara RI, yang tidak hanya di kenal di Sumatera Barat bahkan secara nasional.

Oleh karena itulah, tambah Zardi Syahrir, kita mengharapan sekolah ini mampu membangun nilai-nilai kebanggaan daerah, sebagai watak dan karakter harga diri, dan martabat daerah dalam bentuk dunia seni dan budaya. Dan semua ini mampu menjadi jaminan kehidupan bagi semua peserta didik, baik dunia usaha, pemerintah maupun masyarakat terhadap tamatan sekolah ini.

“Lebih-lebih Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu etalase peta seni rupa di tanah air sejak lama sekaligus sebagai pintu gerbang pendidikan, kebudayaan dan perdagangan di Sumatera, ujar Zardi Syahrir.

Yusman pematung Nasional bersama Kepala Sekolah SMKN 4 Padang, Taharruddin ketika memulai pembangunan Mushalla Nurul Ilmi di kampus Cengkeh beberapa waktu silam

Yusman pematung nasional, salah seorang alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang (1985) dari ribuan alumni yang tersebar di Indonesia bahkan ke sejumlah negara dan saat ini menduduki ketua umum alumni sekolah ini, di sela-sela kegiatan rutinnya dari Jogjakarta terus meluangkan waktu untuk mengunjungi almamaternya.

Yusman tidak hanya berinteraksi dengan peserta didik di sekolah, tetapi juga dengan para guru, karyawan dan alumni yang ada di Sumatera Barat. Bahkan  studio patungnya di Jogjakarta setiap saat siap menerima peserta didik sekolah untuk melakukan praktek kerja industri bidang seni murni, terutama seni patung.

Akhir tahun lalu, Yusman menyerahkan langsung bantuan uang tunai senilai Rp. 20 untuk kelanjutan pembangunan mushalla “Nurul Jamal” SMKN 4 Padang di komplek kampus SMKN 4 Padang, Cangkeh, Lubuk Begalung, Padang, Selasa 17/12 yang diterima langsung kepala sekolah SMKN 4 Padang, Taharuddin, S.Pd, MM dan Ketua pembangunan Mushalla Nurul Jamal, Rahadian Defi Yandra.

Yusman menyebutkan, Ini adalah merupakan bantuan spontan dari beberapa kali yang saya serahkan kepada almamater saya melalui kepala sekolah dan panitia pembangunan, seraya mencari ruang bantuan disana-sini, kita juga berupaya mencari bantuan agar pembangunan mushalla ini terus berkelanjutan hingga tuntas, ujar Yusman, pematung nasional asal Sukamenanti Pasaman itu menjelaskan.

Kepala SMKN 4 Padang, Taharuddin, S.Pd, MM, dalam kesempatan penyerahan bamntuan tersebut menyebutkan, pihak sekolah dan keluarga besarnya sangat mengapresiasi dorongan dan kerja keras para alumni untuk mempercepat pembangunan mushalla “Nurul Jamal’ yang setara dengan mesjid itu di komplek sekolah sangat dibutuhkan peserta didik dan warga sekolah. Karena selama ini mushalla yang ada hanya berkapasitas daya tampung 50 orang. Sementara jumlah peserta didik di SMKN 4 Padang mencapai 1100 siswa lebih (catatan tahun 2019) belum termasuk guru dan karyawan.

Sebagai salah satu fasilitas beribadah, pembangunan mushalla “Nurul Jamal” di komplek sekolah ini di luar ruang PBM, ruang studio praktek, ruang pustaka dan lainnya sejak dibangun beberapa tahun silam sangat membutuhkan banyak uluran tangan donatur, karena kita menginginkan sekali dibangun dapat dimanfaatkan peserta didik serta keluarga besar sekolah, ujar ketua pembangunan mushalla Nurul Jamal Rahadian Defi Yandra yang dihubungi, kemarin kamis (18/02). IM/ZL (Bersambung)

Penulis Laporan : Imelda Ekawati dan Zaref Lina

No More Posts Available.

No more pages to load.