Sebuah Catatan : SSRI-SMSR-SMKN 4 Padang, Sekolah Unik Bertalenta Tinggi Bidang Kebudayaan Senirupa dan Seni Karya di Tanah Air

oleh -
Saat kegiatan upacara sebelum adanya wabah pandemi covid 19 di Indonesia

SEMANGATNEWS.COM – Darman Moenir (alm) sastrawan terkemuka di Indonesia dari Sumatera Barat yang merupakan alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang seangkatan dengan Risman Marah, Darvis Rasyidin, Armansyah Nizar (Mangkutak Raun Sabalik versi karikatur Surat khabar Harian Haluan Padang dulu), Yose Rizal (gitaris Lime Stone), Misrawawati juga almarhum, , Hikmah Amin, Edy Sjarwan, Murniati, Reni Frizia, Army Yusuf, Nurhajati, Ruwaida, Sjafnir, Kartini Azis, Mastur, Mahzirwin dan Zainidan banyak lagi semasa hidupnya di sela-sela kegiatan rutinnya, masih menyisakan waktu untuk berdiskusi dan berdialog dengan keluarga besar sekolah SSRI/SMSR (SMKN 4) Padang guna melihat dari dekat almamaternya kedepan.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 130 131 132, Subtema 3: Cara Memelihara Kesehatan Organ Peredaran Darah Manusia, Pembelajaran 6

Artinya ide, tenaga dan pikiran Darman Moenir terus mengalir ke almamaternya guna memacu sekolah ini untuk terus berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Bahkan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler dan ulang tahun sekolah ini setiap ruang dan waktu, sastrawan kelahiran Sawah Tangah, Batusangkar 27 Juli¬† 1952 ini tak segan-segan untuk melelang puluhan novel roman “Bako” karyanya untuk kemudian disumbangkan ke sekolah agar dapat dimanfaatkan keluarga besar sekolah sekedar membantu kegiatan almamaternya.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 34 37 39 41, Subtema 1 Peredaran Darahku Sehat: Pembelajaran 5

Menurut Darman Moenir semasa hidupnya, pendidikan seni bagaimanapun seperti dijalani murid-murid SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang sangat penting. Betapa tidak, dalam kehidupan sehari-hari, seni sering terlemahkan oleh berbagai intervensi kehidupan dengan kultur hedonistik, cendrung menjadikan manusia berpikir material dan mengabaikan bahkan melupakan kekuatan jiwa manusia. Karena itu dengan mempertajam pendidikan seni di tingkat sekolah menengah atas seperti di SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang ini, paling tidak peserta didik berpikir dan mengurangi persoalan daya serang intervensi, ujar Sekretaris Umum Alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang se Indonesia, Muharyadi pendidik yang juga alumni sekolah ini didampingi Kepala SMKN 4 Padang, Taharuddin dan Waka Humas, Desfitriani, menceritakan kembali pendapat dan pandangan Darman Moenir beberapa tahun silam di kampus SMKN 4 Cangkeh, Padang, Jumat (19/02).

No More Posts Available.

No more pages to load.