DHARMASRAYA, SEMANGATNEWS.COM – Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari sound system Masjid Almunawarah Sikabau hingga pukul 18.15 Wib sore itu, Selasa (17/3/2026) masih menggema di puncak kubah.
Di Ujung jalan satu persatu kendaraan roda empat anggota Sekretariat Wartawan Bersatu Dharmasraya (Sekber) berhenti di satu titik, yakni kadai Ni Susi, kedai kopi yang malam ini adalah tempat berbuka puasa anggota Sekber Dharmasraya.
Kedai kopi yang boleh dikata rumah kedua bagi para anggota Sekber dan wartawan lainnya di Dharmasraya. Warung sederhana ini adalah tempat diskusi, peng-asup inspirasi, tempat menyusun rencana liputan bahkan menyelesaikan berita bagi rekan-rekan pers sebelum tersaji di depan pembaca.
“Kok disiko tampek babuko, ndak ado tampek lain,” tanya Fepi dari Singgalang dengan gaya nya yang khas.
“Silahkan duduk dulu, baru bertanya,” sebut H.Habibi, Wartawan Khazanah sembari melirik ke wartawan senior Singgalang itu.
“Ini sebagai wujud kesederhanaan. Ramadhan mengajarkan itu. Apalagi saat ini dalam masa sulit, efisiensi. Jadi idealnya memang kita harus dukung. Kurangi ceremonial yang tak substantif, yang berbiaya besar,” sebut Ridwan Syarif Koordinator Sekber.
Ridwan Syarif menambahkan buka bersama ini bertujuan sebagai ajang mempererat silaturahmi, kendati dalam keseharian tak jarang terjadi perbedaan pendapat antar sesama wartawan menyikapi sebuah isue, memandang sebuah fakta. Selalu ada pro dan kontra.
Di samping itu, Wartawan SemangatNews tersebut juga meminta kepada seluruh kawan-kawan wartawan untuk suka berbagi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Sisi lain Plt PWI Kabupaten Dharmasraya, Yahya menyinggung posisi Sekber dalam turut serta membangun daerah, dengan tetap berdiri kokoh menjalankan tugas sebagai kontrol sosial dan mencerdaskan masyarakat.
“Hindari pemberitaan hoax, keseimbangan informasi yang di sajikan itu sangat diperlukan,, terangnya.
‘Apalagi organisasi Sekber ini di isi oleh para jurnalis yang sudah memiliki sertifikasi kompeten dari Dewan Pers RI dengan berbagai jenjang profesi, di antaranya Muda, Madya dan Utama,” imbuh Habibi
Tak kurang sepuluh orang anggota yang hadir pada acara itu saling bermaafan, fakfu wasfahu.
“Kok ado talantuang ka naik, tagisie ka turun, ampun jo rela tolong dimaafkan, Mohon maaf lahir bathin. Wassalam,” sebut Fepi alias Feri Piliang berlalu dari tempat acara, menyusul Zulfia Anita dari Padeks, Maryadi Haluan, Maya, Roni Aprianto, Ilka Saputra Antara dan Mak Sutan Sari Alam dari Indomen. (rsy)

