Siapa Orang Terkaya Di Masa Pandemi Covid-19? Ini Daftar Nama Yang Wajib Kamu Ketahui

by -
by

SEMANGATNEWS.COM – Banyak perusahaan yang mengalami masa sulit semenjak Pandemi covid-19 melanda dunia.

Tidak sedikit Perusahaan yang harus mengurangi jumlah karyawannya bahkan sampai mengalami Gulung tikar. Namun sejumlah pengusaha justru meraup untung dan menempatkan nama mereka dalam daftar orang terkaya di dunia saat ini.

Disinyalir Aktivitas masyarakat dari rumah dan kecenderungan penggunaan internet untuk segala keperluannya menjadi salah satu penyebabnya. hampir segala hal di lakukan secara online di masa pandemi covid-19.

Bahkan beberapa aplikasi penghasil uang juga telah banyak bermunculan dengan iming-iming bisa menghasilkan uang dengan cepat sehingga banyak para penggunanya berharap bisa ikut mengukir nama sebagai orang terkaya di dunia.

berbanding terbalik dengan orang orang di bawah ini

Mereka seperti tidak terpengaruh dengan kondisi pandemi saat ini, bisnis maupun kekayaan mereka bahkan seolah tak terusik sama sekali.

Bahkan beberapa di antaranya malah meraup keuntungan lebih besar dari sebelumnya.

Berikut Daftar orang terkaya di dunia Di Masa Pandemi Covid 19

Elon Musk

Di Masa Pandemi ini ia Menduduki posisi kedua di bawah Jeff Bezos.
Chief Executive Officer (CEO) Tesla ini menyimpan kekayaan hingga US$ 191,0 miliar.

Pendapatan pria lulusan University of Pennsylvania ini melonjak 0,56%.

Otak di balik roket SpaceX ini memegang sebesar 21% saham Tesla.

Namun begitu, Musk telah menjaminkan lebih dari setengah sahamnya sebagai jaminan untuk pinjaman.

Sementara itu, usai putaran pendanaan terakhirnya pada Februari 2021, SpaceX kini bernilai US$ 74 miliar.

Bernard Arnault dan Keluarga

tidak seperti sebelumnya 10 besar Daftar orang terkaya di dunia didominasi oleh konglomerat asal Amerika Serikat (AS).

di Masa Pandemi Covid-19 terselip nama satu pengusaha sukses asal Prancis, Bernard Arnault.

Investor, pebisnis, kolektor seni, dan chief executive perusahaan mode Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH) ini memiliki kekayaan senilai US$ 181,5 miliar.

Pada Januari 2021, Arnault menyelesaikan kesepakatan akuisisi perhiasan Amerika Tifanny & Co senilai US$ 15,8 miliar.

Seolah belum cukup, mengutip Bursa Efek Indonesia (BEI), baru-baru ini Arnault kembali menambah pundi-pundi kekayaannya usai melepas 5,7% sisa saham Grup Carrefour yang dimilikinya.

Penjualan saham tersebut membuat Arnault mengantongi Rp 12,2 triliun.

Mark Zuckerberg

Total kekayaan pemilik media sosial Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini mengalami penurunan sebesar 0,33% menjadi US$ 136,4 miliar.

Kendati demikian, produk media sosial miliknya hingga kini masih menjadi favorit masyarakat global.

Facebook bahkan memiliki jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active user/MAU) sebanyak 2,7 miliar.

Jumlah itu menempatkan platform buatan Mark Zuckerberg ini sebagai media sosial yang paling banyak digunakan di dunia.

Bill Gates

setelah tiga bulan terpilih kembali sebagai sebagai anggota dewan Microsoft, Gates mengundurkan diri dari jabatannya tersebut dan memiliki sekitar 1,37% saham perangkat lunak itu atau senilai US$ 26 miliar.

Meskipun begitu, Gates telah berinvestasi di banyak perusahaan, termasuk AutoNation dan Canadian National Railway.

Selain itu, pria 65 tahun ini menjadi salah satu pemilik lahan pertanian terbesar di AS.

Hal tersebut, menjadi salah satu faktor harta mantan suami Melinda French ini mengalami peningkatan sebesar 0,25% menjadi US$ 132,9 miliar.

Larry Page

seorang ilmuan, Pebisnis komputer, internet enterpreneur, dan salah satu pendiri Google ini menduduki posisi ke enam dalam daftar orang terkaya di dunia dengan total kekayaan senilai US$ 123,8 miliar.

Larry Page bersama temannya, Sergey Brin, merupakan otak di balik suksesnya Google.

Pertemuan Larry Page dan Sergey Brin di tahun 1995 menjadi cikal bakal bedirinya mesin pencari ini.

Di tahun berikutnya, Page dan Brin sepakat untuk membangun sebuah mesin pencari yang awalnya diberi nama BackRub.

Sergey Brin

Menduduki posisi di bawah temannya, pendapatan mahasiswa Pascasarjana Doktoral di Stanford University California, AS ini mengalami peningkatan sebesar 0,03% menjadi US$ 119,4 miliar.

Larry Page dan Sergey Brin melepaskan jabatan mereka sebagai CEO dan presiden di perusahaan induk Google, Alphabet.

Page dan Brin dikenal sebagai duo pendiri Google lebih dari 20 tahun lalu.

Kini, kursi pimpinan Google telah dipercayakan ke Sundar Pichai yang menjabat sebagai CEO Google sekaligus Alphabet.

Larry Ellison

Salah satu pendiri Oracle, perusahaan software komputer, ini mengalami penurunan nilai kekayaan sebesar 0,23% menjadi US$ 116,4 miliar.

Warren Buffet

Di tahun 2021, investor gaek ini mengalami peningkatan harta kekayaan sebesar 0,04% menjadi US$ 103,7 miliar.

Kabar terkini menyebutkan investor ulung tersebut tengah mengambil langkah untuk memastikan perusahaan konglomerasinya, Berkshire Hathaway.

Suksesornya berada pada posisi yang baik dalam mengeruk untung dari unit bisnis baru yang digerakan teknologi.

Ini agak sedikit berbeda dengan bisnis perusahaan yang selama ini menjadi tempat investasi Buffett yang didominasi oleh perusahaan yang digerakkan ekonomi tradisional.

Mulai dari perusahaan rel kereta api, asuransi, baterai, perabot rumah tangga, dan ritel.

Steve Ballmer

Pria yang pernah menjabat sebagai CEO Microsoft periode 2000-2014 serta pemilik dari tim basket Los Angeles Clippers ini menempati posisi ke-10 dalam daftar orang terkaya di dunia dengan total kekayaan senilai US$ 96,7 miliar.
(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.