SOLOK SELATAN, SEMANGATNEWS.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Kabupaten Solok Selatan menjadi pusat pertumbuhan baru berbasis agroindustri dan ekonomi hijau.
Hal ini Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Firdaus Firman sampaikan dalam Musrenbang RKPD 2027 yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Senin (30/03/2026).
Firdaus Firman menegaskan Musrenbang memiliki peran strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Firdaus Firman Solok Selatan tidak lagi dipandang sebagai daerah hinterland, melainkan memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Barat.
“Potensi yang dimiliki Solok Selatan sangat jelas menunjukkan arah masa depan daerah ini,” ujarnya.
Firdaus Firman memaparkan tiga fokus utama pembangunan ke depan. Pertama, pengembangan energi hijau melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kawasan perdesaan dan industri.
Kedua, hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti kopi arabika, madu hutan, talas, pinang, dan hasil hutan rakyat. Komoditas tersebut didorong untuk tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah melalui mini plant berbasis koperasi dan BUMNag agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ketiga, menjaga bentang alam Solok Selatan yang kaya akan hutan dan sumber daya air sebagai kawasan konservasi sekaligus pusat edukasi lingkungan.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa arah pembangunan ekonomi ini harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui percepatan penanganan stunting.
“Pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, menyambut positif arahan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tersebut. (*)

