Suatu Saat, Nama Mustahiq Bisa Berubah Menjadi Muzakki: Gubernur Sumbar.

oleh -

Semangatnews.com, Padang – Gubernur Irwan Prayitno membuka acara penyerahan bantuan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang dilaksanakan di ruang rapat Istana Gubernuran siang tadi, Selasa (14/5/2019).

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh kepala OPD Sumbar, Ketua Baznas Provinsi Sumatera Barat Prof. H. Syamsul Bahri Khatib, Kepala bidang penerangan islam, zakat dan wakaf Drs. H. Maswar, MA, ketua OPZ Tuah Sakato Syafullah Salim, Bidang Pendistribusian Bantuan Zakat Dr. Syafrudin Halimy dan para pengurus Baznas Provinsi Sumbar lain.

Dalam sambutan gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, bahwa zakat yang diterima menjadi motivasi dan memacu semangat bagi yang menerima dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk mengejar cita-cita. Sehingga, jika hari ini statusnya sebagai mustahiq, di masa mendatang berubah menjadi muzakki.

“Bagi mustahiq, suatu saat bisa membantu saudara-saudaranya dengan cara menyisihkan sedikit penghasilannya, seperti kalau dapat uang Rp 10.000 bisa disisakan Rp 1.000, ini tergantung niatnya kita,” kata gubernur.

“Kita juga berharap zakat ini juga mempunyai hasil guna dan daya guna, sehingga dapat merubah dari yang namanya mustahik menjadi muzakki,” harapnya.

Selain itu Gubernur mengatakan, sebagai amil memiliki persepsi dan pemahaman bahwa zakat itu wajib apalagi sebagai seorang ASN. Selain untuk membersihkan harta, juga berguna untuk orang lain dan berguna untuk diri kita sendiri.

“Perlu diketahui bahwa sesungguhnya kewajiban zakat ditetapkan oleh beberapa ayat al-Qur’an, di antaranya adalah firman Allah :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103)

Dan firman Allah:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43)

“Jadi sudah jelas bahwa sebenarnya kita tahu bahwa sebagian dari uang kita, masih ada yang berhak yaitu fakir miskin, anak yatim dan kaum duafa,” jelas H. Irwan Prayitno.

“Jangan sekali-kali mencoba untuk tidak berzakat, saya yakin uang tersebut bagaimanapun akan habis juga tetapi mungkin dengan cara yang lain seperti sakit, dan kejadian lainnya. Maka dari itu cintailah mustahiq, sayangilah dan layanilah mustahiq,” pesannya.

“Untuk itu mari kita doakan para muzakki agar selalu banyak rejeki dan Insyallah masuk sorga,” ucapnya lagi.

Irwan Prayitno berharap, Baznas Sumbar dapat menghimpun zakat lebih banyak. Karena masih banyak zakat harta (mal) yang belum dihimpun dari ASN, seperti penghasilannya dari honor-honor pegawai hendaknya juga dikeluarkan zakatnya, itu jumlahnya banyak.

“Saran saya, kalau diperlukan zakat mal dikeluarkan dari penghasilan dari hasil rapat-rapat, seperti honor panitia dan honor narasumber, bahkan bisa juga dengan uang perjalanan dinas ke luar daerah, kalau dikumpulkan jumlahnya bisa mencapai puluhan miliar, ini bisa dipotong langsung oleh Baznas,” tutur Irwan Prayitno.

Selanjutnya acara penyerahan zakat Aparat Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar sekaligus pendistribusian bantuan zakat kepada mustahiq yang diserahkan langsung oleh gubernur Sumbar dengan rincian : Program sumbar taqwa Rp 11 juta, Sumbar cerdas Rp 33 juta, Sumbar makmur Rp 441,500 juta, Sumbar sehat Rp 33,921 juta, Sumbar peduli Rp 521 juta, yang total keseluruhannya mencapai Rp 1 miliar lebih.

Dalam sambutan ketua Baznas Sumbar Syamsul Bahri Khatib mengatakan, bahwa selama ini Baznas menghimpun zakat dari sejumlah badan usaha, baik BUMN maupun swasta. Namun untuk PT Semen Padang zakat karyawannya, dikelola sendiri dengan lembaga yang ada.

Untuk ASN pemprov Sumbar penghasil zakat terbanyak sebnayak 90 persen yang langsung dipotong dari gaji yang tiap tahunnya mencapai Rp 15 miliar. Zakat itu dikumpulkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang sudah terbentuk.

“Secara potensi zakat ASN Sumbar bisa mencapai Rp135 miliar pertahun. Kalau kita hitung dari semua penghasilan ASN yang sudah dipotong zakat mal,” terangnya. (nov)