Jakarta, Semangatnews.com – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia berharap seluruh partai yang tergabung dalam koalisi tetap konsisten menjaga semangat kebersamaan demi kemajuan bangsa.
Dalam keterangannya, Paloh menekankan bahwa dukungan terhadap pemerintahan baru bukan sekadar formalitas politik, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab kebangsaan. Ia berharap sinergi yang telah terjalin sejak masa kampanye bisa terus terjaga hingga masa pemerintahan berjalan penuh.
“Kita sudah berkomitmen untuk mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran. Mudah-mudahan konsisten sampai akhir,” ujar Paloh saat ditemui di Jakarta. Ia menambahkan bahwa stabilitas politik nasional menjadi kunci agar pemerintahan baru dapat fokus menjalankan program prioritas.
Paloh juga menyoroti pentingnya komunikasi politik yang sehat antarpartai dalam koalisi. Menurutnya, dinamika yang muncul setelah pemilu merupakan hal wajar, namun harus diselesaikan dengan kepala dingin dan semangat persatuan. “Perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan sampai membuat kita kehilangan arah,” tegasnya.
NasDem, yang sebelumnya dikenal sebagai partai pengusung perubahan, kini memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintahan. Paloh menegaskan, perubahan tetap menjadi cita-cita, namun bisa diwujudkan melalui kolaborasi, bukan konfrontasi. “Kita harus dewasa dalam berpolitik,” ujarnya.
Ia juga berharap Prabowo-Gibran dapat mewujudkan pemerintahan yang inklusif dan terbuka bagi semua golongan. “Rakyat menunggu bukti, bukan janji. Dan kita semua bertanggung jawab untuk memastikan itu terjadi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Paloh menepis anggapan bahwa NasDem kehilangan arah politik setelah hasil Pilpres diumumkan. Menurutnya, NasDem tetap memiliki prinsip dan nilai yang jelas, yakni memperjuangkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Beberapa pengamat menilai sikap Paloh ini menunjukkan langkah realistis NasDem dalam peta politik nasional. Dengan bergabung dalam dukungan terhadap pemerintahan, partai ini berpotensi memiliki ruang lebih besar untuk memengaruhi kebijakan publik.
Namun, Paloh juga menegaskan bahwa dukungan bukan berarti kehilangan independensi. Ia memastikan NasDem tetap akan bersuara kritis bila ada kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan aspirasi masyarakat. “Mendukung bukan berarti membenarkan semua,” ujarnya.
Ia pun mengakhiri pernyataannya dengan ajakan agar seluruh pihak meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. “Yang kita jaga bukan hanya kekuasaan, tapi keutuhan negara ini,” pungkas Paloh.
Sikap konsisten yang ditunjukkan NasDem dianggap sebagai sinyal bahwa stabilitas politik menuju pemerintahan Prabowo-Gibran akan semakin kokoh, selama komunikasi dan kepercayaan tetap terjaga di antara para pemimpin partai.(*)

