PADANG PARIAMAN, SEMANGATNEWS.COM – Peletakkan batu pertama pembangunan mesjid “Al Birr” seluas 10 x 12 meter di Jorong Balah Aia Anduriang, Kec. 2X11 Kayu Tanam, Padang Pariaman menandai di mulainya pembangunan rumah Allah tersebut, Rabu Siang (2/9/26) di Balah Air, Anduriang.
Sebagai rumah Allah pembangunan mesjid yang diberi nama “Al Birr” sebenarnya telah lama didambakan masyarakat. Terlebih jika dilakukan sholat jumat berjamaah masyarakat, pengajian serta perayaan hari hari besar umat Islam terpaksa harus menuju mesjid yang ada jorong Lubuak Napa dengan menyeberang arus sungai seperti mesjid di jorong Kampuang Tangah, jorong Lubuak Napa bahkan mesjid nagari Kayu Tanam yang jaraknya cukup jauh dari jorong Balah Aia.

Tokoh masyarakat Balah Aia, Anduriang, Kayu Tanam yang juga inisiator pembangunan mesjid “Al Birr” Taharuddin, S.Pd. MM kepada Semangatnews.com, Kamis Sore (3/9/26) menyebutkan ; dengan adanya mesjid Al Birr yang lokasinya bersebelahan dengan sekolah PAUD yang didirikan atas inisiatifnya beberapa tahun silam diharapkan selain masyarakat umum dapat dimanfaatkan bagi anak anak usia sekolah yang terdapat di Balah Aia dan sekitarnya guna lebih memperdalam pendidikan Agama secara lebih khusus.
Karena selama ini terdapat kekhawatiran banyak orang tua di Balah Air, Anduriang terhadap anak-anaknya terutama di luar jam sekolah yang berkeliaran kesana sini, tanpa tujuan yang jelas.
Maka kehadiran mesjid Al Birr menjadi pintu masuk agar anak anak usia sekolah mulai dari PAUD, SD, SLTP dan SLTA untuk dapat lebih mendalami pendidikan agama dengan seluk beluk yang ada di dalamnya agar menjadi anak anak yang mencintai agamanya sendiri dengan serius dan sungguh sungguh melalui Taman Pendidikan Al Quran (TPA), pengajian dan ceramah remaja secara rutin dan berkelanjutan.
Sebagai pemuka masyarakat, inisiator pembangunan Mesjid Al Birr dan juga salah seorang tokoh pendidikan di Sumatera Barat, kami memiliki tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi muda di kampung halaman kami sendiri,” ujar Taharuddin.
Saat ditanya sumber dana pembangunan mesjid Al Birr ini, Taharuddin menjelaskan, ada salah seorang sahabat dekatnya di Arab Saudi yang enggan disebutkan namanya mengingat pembangunan mesjid ini berada di jalan Allah SWT, siap mendanai pembangunannya hingga selesai yang insya Allah sesegera mungkin di upayakan agar mesjid dapat dimanfaatkan masyarakat setempat.
Kongkritnya warga masyarakat setempat siap membantu dengan tenaga, pemikiran dan mempertanggungjawabkan keuangan pembangunannya secara transparan, akuntable sebagaimana keuangan mesjid selama ini secara tertulis. Karena kami dalam pembangunan mesjid ini terus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Kabupaten perihal pembangunan mesjid tersebut, ujar Taharyddin.
Ketika disinggung penamaan Al Birr pada mesjid ini, menurut Taharuddin kata “Al-Birr” berasal dari akar kata al-Barru yaitu berati dermawan. Pada periode Qur’anik makna “Al-Birr” mengalami perubahan dalam konteks yang mencakup 3 konsep utama.
“Pertama, merujuk pada hubungan yang baik sesuai dengan dijelaskan dalam ayat 224 dari surat Al-Baqarah. Kedua, menunjukkan ketaatan sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 2 dan yang ketiga terkait makna taqwa. Itu pulalah donatur yang berpartisipasi membangun mesjid enggan disebut namanya, karena dia berbuat di jalan Allah,” ujar Taharuddin memberi penjelasan.
Acara peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Al Birr ini dihadiri pihak Tripika Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Wali Nagari Anduriang, Tokoh masyarakat, Cadiak Pandai, Alim Ulama dan undangan lainnya. (mh)

